Andrea Hirata masuk nominasi TB Buchawards 2013

Sunday, March 10, 2013

Andrea Hirata masuk nominasi TB Buchawards 2013


- Oleh Mochammad Asrori

Penulis Indonesia Andrea Hirata berhasil meraih nominasi penulis sastra terbaik dalam ajang anugerah sastra Jerman, TB Buchawards 2013. Andrea Hirata berhasil masuk menjadi nominasi bersama tiga penulis lainnya yakni penulis India, Kiran Nagarkar, penulis Australia Stefan Nink dan penulis Jerman Steffen Moller. Penulis novel Laskar Pelangi itu mengungkapkan panitia TB Buchawards 2013 mengamati tulisan-tulisan sastra bertema budaya dari seluruh dunia.

Laskar Pelangi telah diterbitkan di Jerman oleh penerbit Hanser-Berlin dengan judul Die Regenbogen Truppe. Pada Januari 2013, Laskar Pelangi akan serentak terbit di Australia dan Selandia Baru dengan judul The Rainbow Troops. Kemudian di Turki dengan judul Gokkusagi Askerleri, di Belanda dengan judul De Regenboogbende, dan di Spanyol dengan judul La Tropa del Arco Iris. Laskar Pelangi versi Amerika akan diterbitkan oleh penerbit FSG, New York pada Februari 2013.

"Pada bulan yang sama di Kanada oleh penerbit Harper-Collins. Direncanakan sebelum Juni 2013, Laskar pelangi telah terbit di 78 negara dalam 19 bahasa asing," jelas Andrea.

Andrea Hirata sendiri mengaku enggan disebut sebagai sastrawan. Dia lebih nyaman dikenal sebagai penulis. "Saya lebih nyaman dikenal sebagai penulis dibandingkan sastrawan," ujar lelaki asal Belitung tersebut. Menurut dia percuma disebut sebagai sastrawan, namun karya yang dihasilkannya tidak laku dan tidak dikenal dunia. "Tidak penting sastrawan atau tidak yang penting bagaimana karya saya dikenal orang lain," jelas dia.

Andrea baru-baru ini mendapat pengakuan internasional, dengan pencantuman tulisan International Best Seller untuk Laskar Pelangi. Status tersebut dicapai karena tinggi angka penjualan novel itu di beberapa negara yang telah menerbitkan Laskar Pelangi, yakni Australia, Selandia Baru, Amerika, China, Korea dan Vietnam.

Bahkan di Vietnam, Laskar Pelangi telah mengalami cetak ulang. Selain itu, pemesanan melalui toko buku online seperti Amazon.com juga amat tinggi. "Jadi pencantuman tersebut tidak sembarangan. Berbeda dengan di Indonesia jika terjual 2.000 eksemplar saja sudah bisa disebut sebagai buku laris," jelas dia.

Untuk kategori buku laris juga tidak bisa berpatokan pada cetak ulang, karena di setiap negara berbeda-beda jumlah yang dicetak. Andrea memperkirakan novel pertamanya tersebut telah terjual lebih dari 5 juta eksemplar di seluruh dunia. Hal itu berdasarkan royalti yang diterimanya.

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.