Formula Sukses dalam Angka

Sunday, November 17, 2013

Formula Sukses dalam Angka


Oleh Arta Nusakristupa

Semisal nilai huruf A sampai Z kita urutkan dari 1 sampai 26, maka kita dapat menghitung nilai setiap kata dalam formulasi kesuksesan. HARDWORK (kerja keras) = 8 + 1 + 18 + 4 + 23 + 15 + 18 + 11 = 98. KNOWLEDGE (pengetahuan) = 11 + 14 + 15 + 23 + 12 + 5 + 4 + 7 + 5 = 96. LOBBYING (pendekatan) = 12 + 15 + 2 + 2 + 25 + 9 + 14 + 7 = 86. LUCK (keberuntungan) = 12 + 2 + 13 + 11 = 47.

Saya baru tahu, untuk mendapatkan suatu keberhasilan sebuah usaha, hardwork punya bobot nilai tertinggi. Saya bisa memosisikan kerja keras setara dengan luck (keberuntungan). Sesuatu yang saya anggap cuma sama-sama "perlu".

Menunggu keberuntungan dan bekerja keras merupakan dua hal yang saya asumsikan bisa dilakoni bareng. Misalnya, sambil jalan-jalan. Siapa tahu, saat jalan-jalan di mal, saya menemukan dompet yang terjatuh. Setelah dibuka, itu dompet ternyata berisi lembaran-lembaran 100 dolar. Atau, mungkin ketemu berlian yang tercecer di lorong-lorong plasa. Siapa tahu. Namanya juga keberuntungan.

Dan, unsur "kerja keras" dalam kegiatan jalan-jalan ini juga sudah saya penuhi. Bukankah untuk sampai ke mal saya telah melewati jalanan macet? Bukankah saya harus berputar-putar mencari tempat parkir? Bukankah setiap parkir itu saya harus membayar? Bukankah sebelum masuk pintu mal saya harus ribet membuka tas dan melewati pendeteksi metal?

Itulah kenapa saya tidak percaya HARDWORK dominan dalam menentukan kesuksesan seseorang. Coba, kenapa hidup penduduk miskin Indonesia tetap begitu banyak padahal mereka sudah bekerja keras?


Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pemerintah telah berhasil mengentas 2,13 juta jiwa penduduk. Sebuah angka yang tidak main-main.

Tapi celakanya, meski 2,13 juta jiwa telah tak lagi berstatus miskin, yang miskin tetap sangat banyak, yaitu 37,17 juta jiwa. Celaka berikutnya, konon jumlah penduduk yang mentas dari kemiskinan itu pun sudah di-mark up pula. Jadi, angka WNI yang melarat sebenarnya lebih tinggi.

Terhadap data dan angka tersebut, boleh saja kita garuk-garuk kepala. Jika formula sukses adalah dominan karena unsur kerja keras, Anda sebut apa kuli-kuli di pelabuhan yang banting tulang siang-malam tapi tetap hidup pas-pasan? Bagaimana Anda menjelaskan petani dan nelayan kita yang hidup rajin sekali tapi jauh dari kata makmur dan sukses? HARDWORK mereka tak kurang-kurang, bukan? Mengusahakan LUCK (dengan doa, misalnya) juga tak kurang-kurang mereka lakukan.

Nah, usut punya usut, ternyata pejabat-pejabat kita yang duduk di posisi penting republik ini juga berpegangan pada satu kata kunci lainnya. Menariknya, nilai kata itu ternyata lebih tinggi dibandingkan HARDWORK, KNOWLEDGE, LUCK, atau lainnya. Yaitu, KORUPSI yang nilainya 109. Coba hitung sendiri kalau tidak percaya.

Wuaaah, pantas saja...

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.