Ospek Mahasiswa Baru yang Cabul

Saturday, December 7, 2013

Ospek Mahasiswa Baru yang Cabul


- Oleh Brahmanto Anindito

Dalam sebuah ospek mahasiswa baru. Para mahasiswi baru disuruh rebahan. Lalu masing-masing mahasiswa senior mengangkangi mereka. Tak lupa, mereka terlebih dahulu membuka baju. Celana pun hanya celana pendek, sebagian malah hanya ber-hotpants. Seolah mereka hendak memperkosa korban yang sudah tak berkutik. Entah dimana logika kegiatan cabul ini. Mungkin alasan resminya untuk melatih mental para mahasiswi. Biar mereka tenang kalau nanti mengalami situasi pemerkosaan yang sebenarnya.

Ospek Mahasiswa Baru yang Cabul
What the fuck is this? Generasi cabul?

Konyol sekali!

Gambar ini saya dapatkan beberapa hari lalu di Facebook. Di artikel sumbernya, yang saya yakin bukan sumber aslinya juga, dikatakan ini adalah sebuah orientasi pengenalan kampus (MOS atau Ospek) yang dari tahun ke tahun memang cabul begitu. Tapi itu masih "konon".



Ada yang tahu dan bisa mengonfirmasi, ini tepatnya foto apa? Konteksnya bagaimana? Kalau pun memang ospek, ini kampus mana yang senior-seniornya cabul begini? Kapan kejadiannya? Kok rasanya belum ada media tepercaya yang menurunkan beritanya?

Bila ini memang kegiatan ospek, wah, betapa parahnya kerusakan moral generasi muda kita. Betapa berbahayanya ketika suatu saat kita menitipkan anak-anak kita ke kampus-kampus liar dan cabul semacam ini.
Ospek Mahasiswa Baru yang Cabul
Mereka melihat ini sebagai hiburan. Sakit semua!

Untuk anak laki-laki pun bukan berarti aman. Ingat, justru kebanyakan korban meninggal dalam kegiatan ospek adalah mahasiswa pria yang diplonco. Karena laki-laki lebih kuat, mereka kerap menjadi sasaran kekerasan senior-seniornya. Tentu saja peserta kegiatan semacam ini tidak diasuransikan, meski risikonya besar.

Baru-baru ini, kita mendengar kematian mahasiswa baru ITN Malang. Tarik ke belakang, ada mahasiswa STPDN Jatinangor yang meninggal karena organ-organ dalamnya hancur terkena pukulan dan tendangan maut para seniornya. Banyak sekali calon intelektual bangsa yang mati sia-sia selama ospek. Belum lagi mereka yang stres dan trauma.

Lihatlah, saya juga mendapat foto-foto yang ditengarai merupakan kegiatan ospek mahasiswa baru yang tak kalah cabulnya. Tengok mata “nakal” para mahasiswi senior itu. Kalaupun mereka survive dari “neraka kampus” ini, saya bertanya-tanya, bagaimana ya mereka di masa depan?

Ospek Mahasiswa Baru yang Cabul
Kemana perginya norma-norma ketimuran kita?
Jika jadi pemimpin, pemimpin macam apa? Pemimpin yang suka melihat penderitaan anak buahnya? Bos yang suka mempermalukan karyawannya? Yang tidak mau disalahkan? Pasal satu, senior tak pernah salah. Pasal dua, bila senior salah, baca kembali pasal satu!

Kemudian, jika mereka jadi orang gagal pun, kita bertanya-tanya, nanti bagaimana mentalitas mereka dalam masyarakat? Jangan-jangan, sedikit-sedikit main kekerasan? Suka menggencet orang? Meneror? Dan sebagainya.

Saya kira, di zaman What’s App dan KakaoTalk ini, perpeloncoan sudah tidak diperlukan lagi. Kalau pun terpaksa merasa perlu “mempermalukan” mahasiswa baru agar tidak belagu, seharusnya yang win-win solution saja. Misalnya, mengirim mereka ke masyarakat sekitar untuk memperbaiki jembatan rusak (bagi mahasiswa Teknik Sipil), berjualan dawet di jalan (bagi mahasiswa ekonomi) dimana kelompok yang penghasilannya paling rendah dihukum menyanyi di depan kelas, dan sebagainya.

Banyak kok cara mendidik dan mendisiplinkan mahasiswa baru. Dan pastikan itu semua tidak membuat si mahasiswa dendam terhadap kegiatan ini. Yang mana ujung-ujungnya dendam itu akan dilampiaskan ke adik kelasnya tahun depan. Nah, kapan selesainya kalau begini terus? Bisa-bisa kegiatan cabul seperti gambar-gambar di atas akan terus lestari.

Tapi, jangan dulu putus asa dengan kampus-kampus kita atau mahasiswa-mahasiswanya. Karena, saya sendiri belum mendapat konfirmasi bahwa ini semua dilakukan dalam aktivitas kampus. Juga, belum tentu foto-foto di atas terjadi di Indonesia.

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.