Melek Finansial Sejak Dini

Sunday, January 19, 2014

Melek Finansial Sejak Dini


Melek finansial sejak dini
Melek finansial sejak dini
- Oleh Ihsan Maulana


Masalah pengaturan uang anak-anak kerap menjadi keluhan orangtua. Mereka biasanya menganggap anaknya kurang sadar akan pentingnya perencanaan keuangan. Tapi mereka sendiri sibuk dan tak pernah menyempatkan diri mendidik anak untuk melek finansial.


Mari kita tiru apa yang dilakukan Ka-Ching. Mungkin Anda belum kenal. Ini adalah lembaga di Amerika dan Eropa yang mempunyai sistem pendidikan melek finansial bagi anak-anak usia sekolah. Nama Ka-Ching sendiri diambil dari bunyi mesin penghitung uang. Kelompok profesional ini berusaha menggabungkan bisnis, pendidikan, dan psikologi dalam mengembangkan alat-alat pendidikan untuk sekolah, orangtua dan anak-anak.


Ka-Ching memiliki metode pendidikan yang inofatif untuk membekali anak kemampuan untuk menjalankan bisnis dan mengatur keuangannya. Pendeknya, patut kita tiru! Baik secara kelembagaan, maupun (kalau tidak mampu) bagi keluarga kita sendiri untuk menumbuhkan budaya melek finansial.

Saya yakin, apa yang diajarkan di Ka-Ching selama ini luput dari kurikulum sekolah manapun di dunia. Apalagi di Indonesia yang sistem pendidikannya morat-marit. Maaf, kurikulum sekolah Indonesia itu memang berat, tapi relevansi dan kegunaannya bagi kehidupan profesional minim sekali.

Murid-murid di sini diburu untuk lulus Unas. Maka tak heran banyak terjadi kecurangan saat ujian negara. Lembaga-lembaga bimbingan belajar pun menjamur, fenomana yang hampir tidak kita temui di negara-negara lain. Semua itu demi menghadapi ujian “serentak” yang soal-soalnya biasanya pilihan A-B-C-D-E itu. Mengenaskan, sebetulnya.

Tapi sudahlah. Biarlah Pemerintah yang sadar diri dan memperbaikinya sendiri.

Kembali lagi ke Ka-Ching. Mereka menawarkan sebuah program inovatif bernama “financial literacy for kids” (melek financial untuk anak-anak). Di sini, diharapkan anak-anak tidak hanya berpikir tentang bagaimana membelanjakan uang, melainkan juga bagaimana menginvestasikannya secara tepat.

Dengan pendekatan dan metode yang menyenangkan, para orangtua tidak perlu khawatir anak-anaknya bosan dan kabur dari program ini. Pelajaran-pelajaran managemen keuangan dibuat sesimpel dan semenarik mungkin. Siswa pun tanpa sadar akan memasuki budaya melek finansial yang baru. Banyak orangtua di Amerika dan Eropa mengaku melihat perubahan pola pikir keuangan anak-anak mereka sejak mengikuti program ini.

Positif sekali. Ada beberapa hal yang akan dipelajari dalam program “melek finansial” ini, di antaranya:
  1. Menjadikan siswa selangkah lebih maju dibanding anak-anak seusianya dalam masalah managemen keuangan. Tentu saja, mereka akan menjadi lebih melek finansial. 
  2. Mengembangkan sense of responsibility, sebuah atribut terpenting untuk menuju tangga kesuksesan. Akan ada roleplaying (pendramaan) yang dapat membantu anak-anak memahami bagaimana sebuah bisnis riil dimulai.
  3. Mengembangkan kepercayaan diri siswa dalam mengambil keputusan. Ini dilakukan dengan cara memberi anak kepercayaan untuk menangani pertemuan-pertemuan bisnis yang sederhana.
  4. Mengubah paradigma dari membelanjakan uang ke menabung uang, dan dari menabung ke investasi. Ini dilakukan dengan hitung-hitungan sederhana bahwa rajin menabung pun tidak cukup untuk meraih kesejahteraan di masa depan.
  5. Mengubah mitos yang menyebutkan bahwa perencanaan bisnis adalah satu-satunya aspek untuk menciptakan kesuksesan usaha. Ini dilakukan dengan penyadaran bahwa kesuksesan sebuah bisnis bukanlah dari perencanaannya yang menawan, tapi dengan tindakan yang terfokus.
  6. Menanamkan sebuah nilai akan pentingnya mengerjakan segala hal dengan gembira. Seperti apa yang dikemukakan oleh Sir Richard Branson dari Virginia Group, “Bergembiralah dan uang akan datang dengan sendirinya.”
  7. Menghilangkan ketakutan siswa saat berbicara di depan publik.
  8. Dan masih banyak lagi lainnya.

Coba bayangkan bila ide-ide Ka-Ching tersebut, plus dilengkapi alat-alat peraga pendidikan dan sumber-sumber belajar yang menarik, kita terapkan untuk anak-anak. Kelak ketika dewasa, mereka akan berterima kasih kepada Anda karena ilmu-ilmu itu. Kata Robert T. Kiyosaki, “Lebih dini seseorang melek finansial, lebih cepat dia meraih kemakmuran."

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.