2015, Bebas Visa Indonesia untuk 5 Negara

Monday, November 10, 2014

2015, Bebas Visa Indonesia untuk 5 Negara


Pada 2015, Indonesia sudah membebaskan visa untuk 20 negara
Pada 2015, Indonesia sudah membebaskan visa untuk 20 negara
- Oleh Alva Altera

Satu gebrakan dibuat oleh Kementrian Pariwisata dan Kementrian Koordinator Kemaritiman. Untuk warga Australia, China, Jepang, Korea Selatan dan Rusia yang ingin melancong ke Indonesia, tak perlu lagi ribet mengurus visa Indonesia. Kebijakan ini berlaku efektif mulai Januari 2015.

Dalam hitung-hitungan Menpar Arief Yahya, apalah artinya biaya pembuatan visa yang hanya USD 25-35 bila dibandingkan dengan ledakan kunjungan wisatawan dari negara-negara potensial itu?

Ini adalah kebijakan yang cerdas. Bisa dibayangkan, semakin banyak wisatawan yang datang, semakin mengurangi pengangguran di negara kita. Sebut saja pengusaha hotel, pemandu wisata, persewaan mobil, pengusaha moda transportasi, pemilik lokasi wisata, sampai penjual suvenir, semua akan sibuk-sibuk-sibuk. Devisa pun terus mengucur masuk ke negara kita.

Menko Maritim Indroyono Soesilo mengatakan penggratisan visa baru ke lima negara ini berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 5-25 persen. Atau, sekitar 500.000 turis baru!

Media-media di luar negeri pun ramai membicarakan kebijakan Pemerintah Indonesia ini. Termasuk Dailymail di Inggris. Intinya, mereka cukup antusias. Para peselancar, pendaki gunung, backpackers, maupun pelancong-pelancong umum siap “menyerbu” Indonesia tahun depan!

Untuk diketahui, sebelumnya, negara-negara yang sudah menikmati Visa On Arrival gratis di Indonesia adalah Brunei Darussalam, Chile, Filipina, Hongkong, Kamboja, Laos, Makau, Malaysia, Maroko, Myanmar, Peru, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Ekuador.

Bagaimanapun, kebijakan ini harus diimbangi dengan peningkatan pelayanan di sektor infrastruktur, akomodasi, keamanan, dan lain sebagainya. Kalau sampai semua itu kedodoran, harapan menjadi salah satu destinasi wisata utama di dunia pun bisa bertepuk sebelah tangan. Karena ketika para turis itu pulang, bukannya menyebarkan berita baik, mereka malah berpeluang menebar viral negatif.

Apalagi sekarang eranya internet. Hal-hal negatif begitu cepat tersebar melalui forum-forum online, seperti Lonely Planet atau TripAdvisor.

Semoga kebijakan penghapusan visa ini tidak menjadi bumerang. Mudah-mudahan pada era Pasar Bebas ASEAN-China 2015, Indonesia berjaya di ranah pariwisata.

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.