Ketika Profil Facebook Tidak Sesuai, Jangan Memaksakan Diri Jualan

Tuesday, March 24, 2015

Ketika Profil Facebook Tidak Sesuai, Jangan Memaksakan Diri Jualan


Trik Facebook marketing
- Oleh Win Andriyani

Ada seorang remaja yang baru merintis bisnisnya. Sebut saja namanya Luna. Dia menjualkan gaun bordir milik ibunya. Cara yang selama ini dia lakukan adalah mengunggah foto-foto dagangannya melalui Facebook dengan mencantumkan PIN BBM. Sayangnya, cara itu tidak efektif. Dimana salahnya, kira-kira?

Salah satunya adalah, Luna tidak pernah mengenakan gaun jualannya. Tidak pernah pula menunjukkan foto-fotonya sedang mengenakan gaun bordir, karena Luna masih ABG dan merasa tidak pantas dengan baju itu. Jadi, cara marketingnya yang harus sedikit diubah.

Kalau Anda jualan gaun bordir memakai akun Facebook, tapi yang diposting gambar-gambar baju bordir dengan manekin, bisa ditebak, hasilnya akan kurang menggigit. Si penjual belum sesuai (dan tidak mau) dijadikan sebagai brand ambassador dari gaun bordirnya sendiri.

Di samping itu, teman-teman Facebooknya jelas bukan calon konsumen yang potensial buat produk seperti gaun bordir. Kalau saya perhatikan, teman si Luna ini ya orang-orang seusianya yang jarang sekali mengenakan gaun bordir. Paling-paling hanya ketika menjadi pagar ayu pernikahan saudaranya atau sewaktu Hari Kartini. Itu pun bukan beli sendiri, melainkan pinjam.

Jadi, dua permasalahan yang mencolok di sini: penjual tidak mencerminkan jualannya dan calon pembelinya tidak pas.

Solusinya, beriklanlah ke media yang tepat. Di FB Ads, Google Adwords, atau lainnya.

Atau kalau tidak mau mengeluarkan uang, si penjual harus mengubah citranya. Dari sosok centil yang suka berpakaian kasual menjadi sosok anggun yang pantas dan sering mengenakan gaun berbordir. Ini bisa dilakukan melalui akun asli atau akun palsu.

Sebaiknya, gunakan akun asli. Dalam kasus ini, akun Luna sebelumnya. Namun, bila citra Luna ini benar-benar tidak mungkin dileburkan dengan citra wanita anggun yang bergaun bordir, mau bagaimana lagi. Gunakan akun baru yang identitasnya klop dengan dagangan tersebut.

Palsu di sini bukan untuk membohongi, tapi untuk menciptakan figur ambassador khusus gaun bordir. Ini sudah lumrah dalam dunia pemasaran. Lihatlah Agnes Monica yang menjadi bintang iklan Madu TJ, apakah dia benar-benar minum Madu TJ? Cristiano Ronaldo mengiklankan Clear, apa dia keramasnya benar-benar menggunakan Clear?

Mereka berbohong? Tidak kok. Ini hanya permainan marketing.

Ini kan seperti alter ego Anda. Kalau novelis atau artis punya alter ego, kenapa kita tidak? Tapi dengan data yang konsisten lho. Yang disebut berbohong itu kalau bilang harga gaun bordir satu juta, tapi ternyata hanya tangan kiri (tangan kanannya beli lagi, hahaha). Atau pembeli sudah transfer, tapi barang tidak dikirim. Itu baru bohong!

Oke, kembali lagi. Kalau akun tersebut sudah selesai dibuat, isilah kontennya. Mulailah memposting status Facebook: artikel (note), gambar, video, audio, dan link. Usahakan semua bermanfaat untuk followers dan friends dari akun palsu ini.

Setelah konten terasa sudah cukup banyak, barulah Anda mulai bisa menawarkan gaun bordir tersebut. Anda bisa fokus ke postingan-postingan yang menawarkan kata-kata sakti: “diskon besar-besaran”, “new arrival”, “bebas ongkir”, “bayar di tempat (COD)”, “cuci gudang”, “beli 2 dapat 3”, dan sebagainya.

Tapi sebaiknya selang-seling: lima postingan nonkomersial, satu postingan promo, begitu seterusnya. Oke? Selamat mencoba!

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.