Selamat Datang di Dunia 24 x 7

Friday, March 13, 2015

Selamat Datang di Dunia 24 x 7


Selamat Datang di Dunia 24 x 7
- Oleh Win Andriyani

Ketika saya masih remaja, seingat saya hanya pom bensin, UGD dan ATM yang buka 24 jam nonstop. Tapi satu dasawarsa berikutnya, semakin banyak saja pebisnis yang memutuskan untuk membuka pelayanan 24 jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu. Termasuk tanggal merah! Mulai dari McDonalds, kantor operator seluler, perusahaan hosting, semua jualan 24 jam.

Radio sudah banyak yang siaran 24 jam, meskipun isinya playlist lagu, iklan dan jingles. Begitu juga televisi. Saya dulu merasa sedih menonton televisi yang penyiarnya mengucapkan kalimat perpisahan dan lagu Indonesia Pusaka, padahal saya belum mengantuk. Sekarang? Stasiun televisi ini pamit, emang gue pikirin! Pasti ada saja stasiun televisi lain yang menemani melekan sampai Subuh.

Media cetak? Idem saja. Lampu kantor dan cahaya laptop mereka bahkan terus menyala. Jawa Pos mempelopori budaya koran yang terbit nonstop. Setiap tanggal merah pun ada. Tidak terbitnya hanya tiga hari, yaitu ketika Lebaran. Itu pun mereka masih menyempatkan diri menerbitkan Koran Lebaran (edisi khusus).

Dunia penerbangan pun tak mau kalah. Dulu hanya buka pukul 6 sampai pukul 19. Sekarang, pukul 4 pagi pun pilot sudah terbang mengantarkan penumpang, dan jam 12 malam juga masih saja ada jadwal penerbangan.

Jangankan bisnis-bisnis besar, tukang tambal ban pun ada yang buka 24 jam. Warung kopi keluarga teman saya saja buka hampir 24 jam. Pagi sampai sore dijaga si ibu, sore sampai malam dijaga anak tertua, dan malam sampai subuh dijaga si bapak.

Maka kehidupan 24/7 menjadi inovasi baru, terutama di kota-kota besar. Demi apa? Jelas, demi uang! Idenya, ketika kompetitor terlelap di balik selimut, itulah saatnya “mencuri” uang dari konsumennya. Konsumen pun tidak dirugikan, karena dengan inovasi ini, mereka semakin punya alternatif untuk mencari produk atau jasa yang selalu siap melayaninya.

Saya yakin, tren bisnis ke depan tidak mengenal istilah "tutup" demi menjaring sales yang lebih banyak. Karena setiap detik adalah waktu. Dan kita tahu, waktu adalah uang. Bagaimana menurut Anda?

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.