Terpuruk? Ya Tinggal Bangun Lagi

Saturday, March 21, 2015

Terpuruk? Ya Tinggal Bangun Lagi


Terpuruk, bangkit saja, Mas Bro!
- Oleh Ino Permana

Pernah, salah satu peserta seminar saya bertanya, “Pak Ino, bagaimana caranya bangkit setelah kita jatuh gara-gara bangkrut atau gagal dalam bisnis?” Karena saya inginnya menjawab simpel, saya bilang saja, “Ya langsung bangkit saja to!”

Orang-orang tertawa. Penanya itu pasti langsung membatin, “Ya kalau gitu semua orang juga tahu!” Hahaha…

Tapi saya imbuhi, "Kata Aa' Gym, mestinya kita bisa belajar seperti balita yang belajar jalan. Meskipun beberapa kali jatuh, dia langsung bangkit lagi, meski kadang sambil menangis. Lihatlah Ir. Ciputra, jatuh 11 kali, tapi bisa bangkit 12 kali! Coba kalau waktu jatuh yang kelima kali terus menyerah, tidak akan ada cerita Ciputra seperti sekarang.”

Ilmuwan barat pernah melakukan penelitian dengan melibatkan tiga ekor anjing. Mereka ditempatkan di tiga ruangan berbeda. Ruangan A dialiri listrik tegangan rendah, sehingga anjing A sesekali tersetrum. Tapi, ada pintu keluarnya. Cara membukanya dengan menekan sebuah tombol. Gara-gara anjing itu tersiksa oleh setrum terus, ia berusaha mencari jalan keluar. Dalam usahanya itu, tanpa sengaja ia menekan tombol tersebut. Ia pun bisa keluar.

Bagaimana dengan Anjing B? Senasib dengan anjing A, ruangannya diberi aliran listrik. Bedanya, ruangan itu tidak disediakan pintu keluar. Jadi, bisa dibayangkan bagaimana tersiksanya anjing B.

Anjing C? Ia diberi ruangan yang tidak ada aliran listriknya. Paling enak ruangannya.

Ketiga anjing itu kemudian dikumpulkan di ruangan yang lebih besar, tanpa sekat. Ruangan ini juga dialiri listrik dan ada exit door bertombol seperti di ruangan A.

Karena anjing A sudah mengerti cara keluar, ia tinggal cari tombol sebagaimana pengalamannya di ruangan sebelumnya. Setelah ketemu, tekan, ia pun melenggang keluar.

Anjing C yang di ruangan sebelumnya tidak ada siksaan sama sekali, melihat cara keluar si A, ia mencontohnya dan berhasil keluar.

Tapi coba tebak apa yang dilakukan si B? Ia hanya melungkup, dua kaki depannya ditaruh pada atas kepalanya yang kepala tersebut ditaruh di atas lantai. Tidak ada usaha kabur atau perlawanan sama sekali.

Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena selama ini ia diajari untuk kalah. Dididik untuk menyerah.

Bandingkan dengan anjing C yang tidak pernah mengalami “penyiksaan“. Ia langsung kaget saat “disiksa“. Tapi ia pintar dan merasa, tidak seharusnya ini terjadi! Anjing C mencontek cara anjing A untuk meloloskan diri dari kesusahan. Bisa dibilang, ia lebih open minded dari anjing B.

Kesimpulannya? Di dunia ini, semua masalah sebenarnya ada jalan keluarnya. Dalam sebuah ayat Alquran, dikatakan dalam setiap masalah, pasti ada solusi yang juga munculnya sama-sama. Bukan solusi keluar setelah masalah keluar. Masalah dan solusi kelar bareng.

Dalam hadits Qudsi juga disebutkan, “Allah sesuai dengan prasangka hambanya.“ Jadi, bila kita berprasangka hidup itu susah, ya hasilnya hidup kita selalu bermasalah. Jika kita berprasangka kita baru bangkrut dan sulit untuk berdiri lagi, ya... gitu deh.

Selalu ingatlah, bila ada suatu masalah menimpa dan tampaknya tidak ada jalan keluar, maka kalau kita yakin (beriman), sebenarnya ada jalan keluar. Mungkin belum ditemukan. Jangan berputus asa, perhatikan saja orang-orang yang terlebih dahulu sudah lolos dari “siksaan“ yang sama.

Jadi, salahkah saya bila menjawab peserta seminar saya, “Terpuruk? Jatuh? Ya bangun lagi! Gitu aja kok repot.“

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.