Percayakah Anda UFO itu Ada?

Thursday, April 30, 2015

Percayakah Anda UFO itu Ada?


Anda percaya UFO dan alien?
- Oleh Win Andriyani

Sebutannya memang objek melayang tak dikenal, tapi pasti Anda mengenalnya. Ya, kita bicara tentang UFO atau Unidentifed Flying Object. Pesawat yang bisa melayang tenang seperti helikoper, dan melesat pesat dalam kecepatan suara. Kalau dalam dunia militer, wahana ini seperti jenis pesawat VTOL, tapi jauh lebih gegas.

Sebagian besar dari kita mendengar UFO melalui film-film fiksi ilmiah. Tapi, otak kita selalu yakin bahwa alien dan UFO adalah sosok atau wahana khayalan belaka. Benarkah? Yakin?

Paul Hellyer, Menteri Pertahanan Kanada periode 1963-1967, baru-baru ini menuding bahwa pemerintah-pemerintah di dunia saat ini masih menyembunyikan fakta berkaitan dengan alien dan pesawat beserta persenjatanya. Padahal, pria berusia 91 tahun ini meyakini, ada setidaknya empat jenis alien yang sudah berkunjung ke Bumi.

Pernyataan Hellyer yang diungkap saat berpidato di Universitas Calgary minggu lalu ini diperkuat oleh sebuah video yang diunggah di laman The Mirror. Rekaman tersebut menunjukkan sebuah wahana yang ditengarai sebagai piring terbang diangkut truk melintasi padang pasir. Truknya melewati stasiun pengisian bensin di Nevada.

Dalam video amatir yang diambil secara spontan oleh pengendara mobil itu, tampak setidaknya empat mobil polisi yang mengawalnya. Banyak orang percaya, objek berbentuk cakram itu adalah pesawat ruang angkasa milik makhluk asing.

Selama ini, pihak Pemerintah, militer atau NASA selalu menyangkal hal-hal semacam ini. Mereka juga mengonter kesaksian masyarakat umum (yang bukan UFO hunter atau fans alien) tentang penampakan objek semacam ini dengan berbagai alasan: tipuan kamera, halusinasi, atau pesawat yang baru dilihat itu merupakan percobaan yang memang mereka buat untuk kepentingan militer.

Ini yang membuat Hellyer gusar dan tak habis pikir. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui faktanya. Bukan lagi saatnya mereka merahasiakan semua ini dengan alasan “menjaga stabilitas masyarakat”.

Benarkah peradaban di luar bumi itu ada?

Dalam perspektif fisika, tak memungkinkan ada makhluk dari angkasa luar yang sanggup melakukan perjalanan ke bumi. Sebab, jaraknya memang luar biasa jauh. Hitungannya bukan kilometer atau mil. Melainkan tahun cahaya! Sudah dihitungnya dengan tahun, kecepatannya pun harus sepesat cahaya! Bisa dibayangkan betapa jauhnya itu.

Mana ada pesawat yang bisa sekencang itu dan terbang selama itu? Kalau pun ada, perlu berapa abad baru mereka bisa mendarat di Bumi?

Tapi, itu kan pertanyaan orang Bumi. Bagi suku pedalaman, misalnya, menyeberang ke benua seberang itu juga tidak masuk akal. Jangankan benua, ke luar negeri saja mereka butuh waktu bertahun-tahun. Namun bagi mereka yang peradabannya lebih canggih, melintasi benua itu dapat dilakukan hanya dalam beberapa jam.

Begitu juga “tetangga” kita yang lebih canggih. Bagi kita memang mustahil. Tapi bagi mereka? Mungkin mereka telah menemukan pesawat berkecepatan cahaya. Mungkin mereka memanfaatkan black hole untuk berpindah dimensi ruang dengan cepat. Mungkin mereka sudah berhasil menciptakan teknologi teleportasi. Semua itu mungkin saja, bukan?

Semesta itu tak berhingga. Demikian pula perkembangan teknologi di dalamnya. Hanya imajinasilah yang membatasinya. Intinya, kita jangan pernah merasa sebagai masyarakat yang paling pintar. Pesawat-pesawat buatan kita untuk menetralkan denging di telinga saja belum bisa! Ingat, di atas langit selalu ada langit.

Jadi, adakah peradaban cerdas di luar planet kita? Tentu, apapun jawabannya perlu penjelasan dan pembuktian ilmiah yang panjang. Namun secara logika, rasanya tidak mungkin di dalam kolong semesta yang mahaluas dan tanpa batas ini kehidupan cerdas hanya ada di Bumi.

Dan semua kembali kepada Anda, mau mempercayai apa.

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.