Cara Mengelola Blog Korporat

Sunday, July 12, 2015

Cara Mengelola Blog Korporat


- Oleh Brahmanto Anindito

Awalnya, blog memang cenderung dimanfaatkan oleh individu sebagai semacam buku harian online. Siapapun, kecuali disetting lain, dapat melihat dan mengomentarinya. Buku harian ini bisa disusun berdasarkan kategori dan dengan penanggalan yang jelas. Lantaran kebebasan dan kenyamanan penggunaannya, juga karena kemudahan orang lain membaca serta mengomentari tulisan (berinteraksi), banyak yang menyukai platform ini.

Dalam perkembangan berikutnya, blog akhirnya dimanfaatkan sebagai salah satu kekuatan content marketing. Konsep “blog korporat” pun muncul setelah blog individu menjadi sedemikian populer.

Blog jenis ini ditulis, dipublikasikan, serta didukung oleh perusahaan atau organisasi. Fungsinya pun lebih mengarah pada kepentingan profesional, antara lain:
  • Memperkuat hubungan antara perusahaan dengan target pasar.
  • Mengokohkan positioning perusahaan sebagai ahli di bidangnya.
  • Memfasilitasi komunikasi antar karyawan.
  • Memanusiakan perusahaan. Saat orang tahu ada manusia (bukan sekadar mesin penjawab) di web perusahaan, urusan membangun kepercayaan menjadi lebih mudah, bukan?
  • Menyerap ide perbaikan atau inovasi produk atau jasa. Meskipun ide ini mungkin berasal dari kritikan pedas, komplain atau keluh kesah yang masuk melalui blog.
Dalam komunitas blogger, berlaku aturan tak tertulis: “sekali blogging, harus tetap blogging” dan “blog buruk lebih buruk dari tak punya blog”. Jadi, sekali memutuskan mempunyai blog korporat, dibutuhkan komitmen untuk serius dan terus blogging.

Kalau blog individu, bisa diisi apa saja. Mulai dari galau-galauan sampai puisi, mulai dari pengalaman traveling ke Maluku sampai opini politik. Kalau blog korporat, harus diisi dengan apa? Tentu, hal-hal yang sejalan dengan visi-misi perusahaan dan fungsi blog korporat di atas.

Tapi sebelum memutuskan membangun dan mengelola blog korporat, pastikan Anda sudah menentukan:
  1. Target pembaca. Apakah blog memang cara yang tepat untuk menjangkau target pasar? Apakah mereka orang-orang yang memiliki jaringan internet dan terbiasa browsing?
  2. Bujet. Misalnya untuk membeli template blog, plugin-plugin, pelatihan blogging, honor bloggers, biaya hosting dan domain. Meskipun blog gratisan punya keunggulan-keunggulan tersendiri, sangat disarankan untuk membeli hosting dan domain sendiri. Atau setidaknya, gunakan subdomain dari web perusahaan Anda.
  3. Strategi. Apa tujuan spesifik Anda memasuki blogosfer (dunia blog)? Bagaimana mengukur hasil dan efektivitasnya nanti?
  4. Pemikiran yang sama. Pastikan semua tim bekerja selaras, yakni antara tim pemasaran, produksi, customer support, dan blogger-bloggernya sendiri.
  5. Keterlibatan Divisi PR atau Marketing. Banyak blog korporat gagal karena postingan-postingannya ternyata berbau komersial atau hanya menceritakan berita-berita perusahaan yang tidak ada hubungannya dengan publik. Siapa yang mau membaca hal-hal semacam itu? Jika terpaksa harus berjualan di blog korporat, gunakan pendekatan soft selling.
  6. Blogger. Apakah blogger yang dipekerjakan nanti adalah seorang spesialis atau generalis (yang bisa menulis bermacam tema)? Berapa blogger yang dibutuhkan? Yang jelas, pastikan selain terampil menulis, sang blogger mampu berdiskusi dengan publik layaknya seorang kawan yang hangat.
  7. Posts. Buatlah kalender editorial untuk menentukan tema dan frekwensi blogging. Blog korporat tetap harus ditulis dengan gaya “berita kepada kawan”.
  8. Kebijakan mengedit. Hindari proses editing yang rumit, menyita waktu, dan birokratis (melalui beberapa meja dulu sebelum tayang). Sebab, karakteristik blog adalah dinamis dan cepat.
  9. Kebijakan komentar. Tujuan blog korporat ialah melayani percakapan dua arah antara perusahaan dan pelanggan. Jadi izinkanlah pembaca berbagi opini secara egaliter. Menghindari (meniadakan kolom komentar) atau memoderasinya secara ketat hanya akan membuat blog pelan-pelan ditinggalkan pembaca.
  10. Promosi. Target audiens perlu diberi tahu bahwa blog ada untuk mereka. Selain promosi terang-terangan, blogger hendaknya berpartisipasi dalam percakapan yang sedang happening pada ranah online yang lain (web lain, forum, dsb.), tentu saja yang masih berkaitan dengan industrinya.
  11. Pengukuran. Tim blog harus menetapkan parameter kesuksesan blog korporat itu, seperti: jumlah pengunjung, komentar, link balik, pelanggan feed, dll.
Yang tak kalah penting adalah prinsip OVA (originality, value, dan authority) dalam setiap postingan. Originality maksudnya jangan copy-paste, karena itu buruk, baik di mata pembaca maupun search engines. Value mengharuskan Anda bertanyakan pada diri sendiri, “Apa pembaca dapat nilai tambah dengan membaca tulisan ini?” Sedangkan Authority menuntut Anda untuk menulis sesuai keahlian, supaya blog punya warna yang khas dan tegas.

Tidak sulit, bukan? Hanya dibutuhkan komitmen bagi perusahaan Anda untuk menciptakan blog korporat sebagai salah satu strategi content marketing. Nah, selamat ngeblog untuk perusahaan!

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.