Berkunjung ke Museum Purba Sangiran

Sunday, September 13, 2015

Berkunjung ke Museum Purba Sangiran


Diorama kehidupan manusia purba di dalam Museum Sangiran
- Oleh Arta Nusakristupa

Pernahkah Anda mengunjungi museum yang lumayan unik ini? Museum Purba Sangiran terletak di Sragen, sebuah kabupaten yang dijuluki sebagai Bumi Sukowati. Tapi kalau kita lihat di peta, museumnya justru lebih dekat dengan Kota Solo. Jadi, mungkin bagi pelancong yang berminat berkunjung dan menginap di sana, saya sarankan mencari penginapan di Surakarta saja, alih-alih di Sragennya. Karena lebih praktis.

Lebih jelasnya, Sragen terletak 30 kilometer dari pusat kota Surakarta. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Boyolali di sebelah barat, Kabupaten Grobogan di utara, Kabupaten Karanganyar di selatan, dan Kabupaten Ngawi di timur.

Sayang, lokasi museum sulit dijangkau dengan kendaraan umum. Jika Anda naik bus, maka Anda hanya akan bisa turun di depan gerbang Museum Sangiran. Berikutnya, jika Anda tidak membawa kendaraan, terpaksa Anda harus naik ojek, karena perjalanan masih empat kilometer lagi. Tarif dari gerbang ke museum adalah 30.000 per orang. Siapkan pula Rp5.000 per orang untuk tiket masuk museum.

Di sepanjang jalan menuju tempat ini, Anda akan menemui rumah-rumah penduduk yang berjualan cindera mata berupa patung-patung manusia purba, kepala kerbau, atau lainnya. Tentu saja semua itu replika. Anda bisa mampir dan menawarnya bila menyukainya.

Menurut para peneliti, Sangiran sendiri dulunya memang daerah perkampungan manusia purba. Terutama pada kisaran 1,8 juta tahun silam. Di masa sekarang, wilayah seluas 56 kilometer persegi ini mencakup tiga kecamatan. Di sinilah, Museum Purba Sangiran berada.

Ada apa saja di dalam museum ini?

Sesuai namanya, Anda bisa menemukan banyak hal yang berkaitan dengan manusia purba di Jawa Tengah dan sekitarnya. Bentuknya bisa berupa fosil asli, tulang belulang makhluk purba, artefak (alat-alat yang mereka gunakan), replika, patung, diorama, lukisan, multimedia, dan sebagainya. Ini sebenarnya tempat yang sangat tepat untuk Anda yang ingin mempelajari kehidupan prasejarah Indonesia.

Temuan-temuan arkeologi serta antropologi itu ditata apik dalam museum empat lantai ini. Tempatnya pun nyaman, lumayan canggih, dan terawat. Jadi, tiket Rp5.000 sebenarnya sangat sebanding. Karena pengelolaannya juga terlihat serius.

Wajar saja, sebab museum ini didukung secara tidak langsung oleh PBB. Pada 1996, UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) menetapkan Sangiran sebagai situs cagar budaya warisan dunia. Artinya, situs Sangiran dilindungi oleh PBB.

Cobalah sesekali mampir di museum ini. Bersama anak-anak barangkali lebih baik. Karena mereka pasti akan terpesona melihat “alam” yang sangat berbeda dengan dunia modern.

1 comment :

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.