October 2015

Friday, October 30, 2015

Man and Boy: Realitas, Rasionalitas, dan Sentimentalitas


- Oleh Moch. Asrori
  • Judul: Man and Boy (Lelaki Itu dan Putranya)
  • Genre: Drama rumah tangga
  • Pengarang: Tony Parsons
  • Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama (terjemahan)
  • Terbit: 2008
Menjadi laki-laki, bagi Hary Silver, merupakan satu dilema panjang yang harus dilalui. Semuanya berawal dari satu kesalahan kecil. Hary sudah memiliki segalanya: istri yang cantik, putra yang tampan, dan sebuah pekerjaan bergengsi di industri pertelevisian. Tapi perselingkuhan semalam membuatnya kehilangan segalanya. Berbagai persoalan membuatnya harus mempelajari lagi arti cinta dan kehidupan.

Sunday, October 25, 2015

Untuk Kawan-kawan di Sumatra, Kalimantan dan Papua


- Oleh Alva Altera

Kawan, kami tahu dari media, asap sudah mengepung tempat kalian. Asap ini bukannya mereda, malah menjadi-jadi. Kini, ada ratusan titik api di Sumatra, Kalimantan, Papua, dan bahkan di Jawa (meski tidak parah). Sudah dua bulan lebih. Kondisinya pun semakin memprihatinkan. Korban-korban bertumbangan. Anak kecil, orang tua, ibu hamil, dan binatang-binatang langka.

Sunday, October 18, 2015

BPJS Wajib per 2019, Pendapat Anda?


- Oleh Brahmanto Anindito

Gambar di samping ini adalah sosialisasi (atau berkesan ancaman?) tentang wajibnya mengikuti BPJS Kesehatan per 1 Januari 2019. Padahal sistem asuransi ini, meskipun murah, masih keteteran untuk melayani hak kesehatan nasabah-nasabahnya. Nah, apalagi kalau nanti semua warga Indonesia seketika menjadi nasabahnya!

Kasus dengan rumah sakit (yang mengeluhkan sedikitnya kucuran dana Pemerintah untuk menutup operasional medis), MUI (yang memberi sinyal keraguan akan sistem pengelolaannya yang tidak syar'i), juga dengan penggunanya (yang mengeluhkan diskriminasi atau ketidakpraktisannya), adalah beberapa saja dari permasalahan-permasalahan yang mewarnai jalannya BPJS di lapangan.

Monday, October 5, 2015

Sayonara, Reader's Digest


Kru Reader's Digest Indonesia
- Oleh Brahmanto Anindito

Berakhir sudah penerbitan majalah bulanan mungil ini. Sedih juga. Meskipun saya bukan pelanggan Reader's Digest, saya sering membacanya di perpustakaan. Isinya menarik. Beragam artikel tentang finansial, kesehatan, travel, review, bahkan humor, disampaikan dengan ringan tapi cerdas di sini. Lalu tiba-tiba saja, di fanpage dan situsnya terpampang tulisan perpisahan ini: