Sayonara, Reader's Digest

Monday, October 5, 2015

Sayonara, Reader's Digest


Kru Reader's Digest Indonesia
- Oleh Brahmanto Anindito

Berakhir sudah penerbitan majalah bulanan mungil ini. Sedih juga. Meskipun saya bukan pelanggan Reader's Digest, saya sering membacanya di perpustakaan. Isinya menarik. Beragam artikel tentang finansial, kesehatan, travel, review, bahkan humor, disampaikan dengan ringan tapi cerdas di sini. Lalu tiba-tiba saja, di fanpage dan situsnya terpampang tulisan perpisahan ini:

Dear Pembaca Tercinta,

Reader's Digest Indonesia edisi Oktober 2015, yang mungkin sedang Anda baca saat ini, merupakan edisi terakhir majalah Reader's Digest Indonesia.

Seluruh anggota redaksi mengucapkan banyak terima kasih atas kesetiaan dan dukungan Anda selama ini kepada majalah kecil yang berisi besar ini.

Salam!
Kenapa Reader's Digest tutup dan tidak terbit lagi? Ada masalah apa?

Saya mencoba browsing dan mengubek-ubek situsnya. Tapi tetap tidak ada penjelasan mengapa majalah yang terbit sejak 2004 ini memutuskan berhenti terbit.

Hanya, para pembaca berspekulasi bahwa krisis ekonomilah biang keladinya. Tidak bisa dipungkiri, harga kertas dan BBM yang melambung, ditambah pelemahan rupiah yang signifikan terhadap dollar pasti ada pengaruhnya dalam pengeluaran PT Sarana Media Internasional (penerbit Reader's Digest Indonesia).

Selain itu, persaingan dengan media-media lainnya yang membuat pertambahan jumlah pelanggan stagnan (atau mungkin berkurang?) bisa jadi turut andil di sini. Persaingan ini bukan hanya dengan, misalnya, majalah Intisari yang fisik maupun isinya nyaris semodel, melainkan juga dengan media-media online yang tidak membutuhkan kertas serta proses layout dalam menyajikan kontennya.

Saya juga tidak tahu apakah Reader's Digest Indonesia mau fokus sebagai portal internet dengan domain www.readersdigest.co.id, atau benar-benar “hilang” dan menjadi sejarah.

Yang jelas, majalah franchise dari Amerika Serikat yang didirikan pertama pada 1922 oleh Lila Bell Wallace dan DeWitt Wallace ini menambah panjang daftar media cetak besar yang akhirnya tumbang.

Apakah trennya memang seperti ini? Kita lihat saja.

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.