Untuk Kawan-kawan di Sumatra, Kalimantan dan Papua

Sunday, October 25, 2015

Untuk Kawan-kawan di Sumatra, Kalimantan dan Papua


- Oleh Alva Altera

Kawan, kami tahu dari media, asap sudah mengepung tempat kalian. Asap ini bukannya mereda, malah menjadi-jadi. Kini, ada ratusan titik api di Sumatra, Kalimantan, Papua, dan bahkan di Jawa (meski tidak parah). Sudah dua bulan lebih. Kondisinya pun semakin memprihatinkan. Korban-korban bertumbangan. Anak kecil, orang tua, ibu hamil, dan binatang-binatang langka.

Mungkin ini salah kepala daerah. Mungkin ini salah perusahaan yang maunya praktis dalam membuka lahan sawit. Mereka memang harus ditindak keras! Tapi, itu nanti.

Sekarang, dengan skala bencana semasif ini, tentu Pemerintah Pusat harus ikut turun tangan. TNI, Polri, SAR, dan satuan-satuan lain harus dikerahkan. Bahkan presidennya selaku Panglima Tertinggi TNI harusnya hadir dan memantau langsung penanggulangan bencana ini. Bukannya malah "jalan-jalan" ke Amerika Serikat.

Tapi, sudahlah. Kami rakyat hanya bisa menyindir dan mendesak Pemerintah, tanpa bermaksud menggurui. Selebihnya, kami yang berada di Jawa dan pulau lain yang tidak terdampak langsung oleh asap ini menjadi serbasalah. Kami tidak bisa berbuat apapun untuk kalian di sana, Kawan.

Kami tidak punya kenalan pejabat, bukan anak anggota Dewan, bukan pula konglomerat. Apa yang bisa kami lakukan selain hanya turut berduka dan berdoa?

Andai boleh menasehatkan, permisi sebelumnya, bersabarlah. Cobalah bersabar. Tidak ada yang bisa dilakukan oleh kita yang tak punyai kuasa apa-apa, bukan? Tenanglah, cobalah tenang dan bertahan hidup. Ini pasti sangat sulit, kami tahu. Tapi, apa lagi yang bisa dilakukan?

Yang jelas, bila penguasa telah berbuat jahat kepada alam, alam sendirilah yang akan membalasnya. Tuhan pun memiliki banyak cara untuk menghancurkan penguasa yang zalim terhadap rakyatnya. Sejarah membuktikan, sudah banyak penguasa yang jauh lebih perkasa dari penguasa kita, ternyata bisa dihancurkan-Nya dengan mudah. Diputarbalikkan nasibnya begitu saja.

Jadi, biarlah Tuhan yang menilai ini salah siapa.

Sisanya, kami hanya bisa menyumbang, baik doa maupun uang. Tenaga? Ah, apalah kami ini. Mau pergi ke hutan di Sumatra, Kalimantan, atau Papua untuk menyiram ramai-ramai dengan ember? Malah akan bikin repot TNI saja dengan tenaga kami yang cepat lapar, cepat letih, bahkan mungkin akan menambah penuh dipan-dipan pasien di rumah sakit sana.

Jadi? Maafkan beberapa saudaramu yang sebenarnya peduli tapi tidak bisa berbuat apa-apa di sini, Kawan. Yakinlah, kami sedang turut mengiba di depan Tuhan, agar tanah kalian yang indah dan segar segera kembali. Bahkan menjadi jauh lebih indah dan segar dari sebelumnya.

Maafkan kami sekali lagi, Kawan. Kami sungguh tak mampu melakukan apapun selain berdoa dan memberikan uang yang tak seberapa. Tenaga kami ringkih, ilmu kami terbatas, kekuasan kami pun sangat kecil. Kami ini sebenarnya bingung, harus menolong apa. Maaf, Kawan. Maaf.

Mohon bertahanlah di sana, Kawan.... :'(

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.