Dollar Menggiurkan dari Fanbox.com, Penipuan atau Uang Betulan?

- Oleh Arta Nusakristupa

Beberapa kali, saya diemail oleh Fanbox.com. Isinya, saya dikabari menghasilkan 97 US$ minggu ini. Kemudian pekan depan, saya diemail lagi, saldo saya dikabarkan bertambah menjadi 202 US$. Saya ingat memang pernah mendaftar ke Fanbox. Tapi saya lupa, kenapa saya kemudian memutuskan berhenti. Saya ini seorang internet marketer dan menghasilkan dollar melalui jalur online (di samping jalur offline). Tentu saja, saya penasaran apakah Fanbox ini cara mencari uang yang legitimate atau hanya scam?

Maka saya pun menganggarkan waktu khusus untuk browsing tentang FanBox. Ternyata, banyak juga yang mengalami hal serupa dengan saya. Sebagian ada yang serius aktif di Fanbox, sampai-sampai balance-nya cukup untuk membeli rumah. Namun, uang sejumlah itu belum bisa diuangkan, karena statusnya dianggap pinjaman (IPL). Jadi, dia harus harus membayar lebih dulu pinjaman tersebut dengan uang riil, baru sisanya bisa ditarik.

Ilustrasinya seperti ini. Ika punya balance 1.000 dollar yang dia peroleh tanpa keluar uang sepeser pun. Sebanyak 900 dollar dianggap pinjaman. Sementara 100 dollar adalah hak Ika. Lumayan, kan? Tidak modal apa-apa tapi memperoleh 100 dollar. Namun, tunggu dulu! Untuk mencairkan 100 dollar tersebut, Ika harus membayar 900 dollar tunai dari akun PayPalnya.

Sampai di sini, semua orang waras pasti berpikir ini akal-akalan. Bayangkan kalau ternyata setelah dibayar 900 dollar ternyata kita tidak dibayar. Juga tidak masuk akal melihat untuk mendapatkan 100 dollar kita harus membayar 900 dollar? Meskipun 900 dollar itu nanti diputar lagi di Fanbox, dan konon balik modalnya bisa cepat, siapa berani berspekulasi?

Saya lihat, ada yang sudah terjebak dalam skema Fanbox.com ini. Artinya, dia tiap bulan sudah mencicil 50 dollar untuk membayar IPL tadi. Lucunya, Fanbox otomatis mengambil pembayaran IPL bulanan dari PayPal kita yang sudah dikonekkan sejak awal mendaftar. Jadi, siap-siap saja akun PayPal Anda kosong ketika menggunakan IPL besar-besaran.

Bagaimanapun, ada juga member yang benar-benar sudah dibayar. Walaupun menurut beberapa orang itu, pembayaran di Fanbox terkesan lamban dan pilih-pilih.

Masih belum yakin kalau ini penipuan, saya pun mencari tahu lebih lanjut. Hingga akhirnya tiba di halaman Money Life. Di sana disebutkan, “Email FanBox itu tidak lebih dari sekadar usaha phishing (mencuri data Anda)!”

Katanya, ada dua cara Fanbox mengambil uang Anda. Pertama, dengan mengumpulkan email ID, data, dan daftar kontak Anda, lalu memanfaatkannya untuk tujuan marketing mereka. Atau bisa juga, data Anda dijual lagi ke pihak ketiga. Cara kedua, setelah sukses menjerat Anda (entah untuk mendaftar, ikut bermain, atau lainnya), Fanbox akan mengirimkan tagihan maintenance fee untuk akun Anda. Ini seperti jasa pengelola keuangan saja.

Jika Anda mengunjungi Fanbox.com, semuanya tampak seperti situs web yang normal. Tapi, saya sudah curiga sejak menggunakan fasilitas “forgot password”, ternyata saya semakin sering dikirimi email. Lengkap dengan laporan keuangan dan grafik-grafik bulanan. Total penghasilan saya saat ini diinfokan mencapai US$ 1,755.05. Gila, itu artinya sudah 20 juta rupiah lebih!

Padahal, saya tidak pernah melakukan apa-apa. Di sini, akal sehat saya bicara. Cari uang itu susah. Kalau uangnya datang segampang ini, berarti ada yang tidak beres!

Saya pun tidak meladeni email-email dari Fanbox selanjutnya. Saya langsung klik “Prevent future emails”. Entah tautan untuk unsubscribe itu benar-benar berfungsi atau sekadar formalitas. Kita lihat saja.

Sementara itu, tetap cerdas! Tetap waspada! Stay tune di Ghostwriter Indonesia untuk mengetahui modus-modus penipuan, baik online maupun offline.