Noktah yang Timbul Setiap Isapan Rokok Anda

Thursday, November 5, 2015

Noktah yang Timbul Setiap Isapan Rokok Anda


Noktah yang Timbul Setiap Isapan Rokok Anda
- Oleh Fuad Baradja

Ada satu hal yang senantiasa saya sampaikan dan peragakan kepada setiap pasien yang datang ke klinik untuk berhenti merokok. Hal tersebut berkenaan dengan bentuk riil dari zat nikotin dan tar yang terkandung dalam asap rokok. Dan ketika memperagakan ini, saya senantiasa menggunakan rokok milik pasien, untuk menghindari kesan saya merekayasa semuanya.

Saya akan meminta satu batang rokoknya. Lalu, saya nyalakan dan isap asapnya, layaknya orang merokok biasa. Tapi, asal itu hanya saya simpan di mulut, tidak sampai saya masukkan ke paru-paru. Saya mengambil selembar tisu, kemudian saya tiupkan asap rokok tersebut pelan-pelan ke situ. Anda bisa melihat apa yang menempel di tisu itu lewat gambar di atas.

Biasanya, pasien akan kaget dan meragukan apa yang dilihatnya. Saat itulah saya jelaskan, “Inilah apa yang Anda isap dan hirup ke dalam paru-paru setiap kali merokok. Inilah tar dan nikotin.” Sebagian akan keluar bersama batuk, sebagian lagi terserap ke aliran darah dan dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh, dan sebagian lainnya akan barada di sana untuk selamanya.

“Itu baru satu isapan saja,” imbuh saya. Umumnya, satu batang rokok kretek akan diisap perokoknya sekitar 25 kali isapan. Artinya, akan ada 25 noktah seperti itu di dalam paru-parunya. Nah, seandainya per hari dia merokok 16 batang, maka akan ada 400 noktah “menghiasi” paru-parunya.

Lantas, silakan dikira-kira, bagaimana kondisi paru-paru itu jika dia sudah menjadi perokok selama 10 tahun? Kalikan saja, 400 x 3650 hari = 1.460.000 noktah!

Kalau pasien tersebut sudah berkeluarga dan punya anak, maka saya jelaskan bahwa partikel-partikel tar dan nikotinnya juga terhirup oleh siapa saja di dalam rumahnya. Ini, dalam waktu yang lama, akan memberikan dampak persis seperti perokoknya. Bahkan bisa lebih parah!

Maka pesan saya sangat jelas. Bila Anda perokok, berhentilah merokok selagi sehat. Jangan menunggu “diberhentikan” oleh rokok Anda, karena itu bukan perilaku orang yang cerdas. Kalau Anda belum mampu berhenti, minimal jangan paksa keluarga Anda menghirup partikel-partikel seperti ini ke dalam paru-paru mereka.

Sayangilah mereka yang berada di bumi, maka Yang di Langit juga akan menyayangi Anda.

Sumber tulisan dari sini.

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.