Mau Saya Pilih Toilet Jongkok atau Duduk, Bukan Urusan Mereka

Tuesday, February 9, 2016

Mau Saya Pilih Toilet Jongkok atau Duduk, Bukan Urusan Mereka


- Oleh Ihsan Maulana


Mana yang lebih baik, toilet duduk atau toilet jongkok? Anda boleh percaya boleh tidak, terutama bagi yang mengagung-agungkan budaya barat. Tetapi, beberapa studi modern membuktikan, toilet jongkok lebih baik. Lebih sehat.

Henry L. Bockus dalam Jurnal Gastroenterology mengungkapkan, "Posisi ideal untuk buang air besar adalah berjongkok dengan paha ditekuk di perut. Sebab dengan begini, kapasitas rongga perut sangat berkurang dan tekanan intraabdomen meningkat. Ini akan membantu kita untuk mendorong feses keluar." Sehingga, waktu buang air besar bagi orang di atas WC jongkok biasanya lebih cepat dari orang di atas WC duduk.

Ini membuktikan, tidak semua budaya ndeso itu salah dan harus dirombak. Makanya, mulai sekarang, jangan menganggap semua yang dari Barat itu bagus.

Dulu, saat kita berak dengan berjongkok di atas jamban-jamban yang kita buat, mereka menjual toilet jongkok yang kelihatan lebih "berkelas". Mereka menyuruh kita memakainya.

Saat kita sudah memakai toilet jongkok merek Toto, American Standart, dan semacamnya, mereka datang lagi. Kali ini, menyuruh kita membongkar toilet-toilet itu dan membeli toilet duduk. Lebih modern, kata mereka. Inovasi terbaru! Seperti di film-film Hollywood!

Maka berduyun-duyun, hotel, mal, bandara, sekolah, rumah, bahkan masjid, memakai toilet duduk demi status "modern" tersebut.

Lalu, mereka meralat lagi. “Toilet duduk tidak sehat. Yang lebih sehat adalah toilet jongkok.” Dengan begitu, mereka mempromosikan lagi kloset-kloset baru. Kloset jongkok yang dikemas ulang. Multicultural Toilet, mereka bilang. Ah, persetan dengan semua barang dagangan orang-orang barat itu!

Jadi ingat, di desa saya, jamban ramah lingkungan yang tradisional sekali masih ada. Terbuat dari tembikar. Setelah menggunakannya, Anda tak perlu menyiramnya. Karena di bawahnya, ada lubang setinggi 4-5 meter. Untuk cebok, cukup menggayung 3-4 air, maka bersihlah pantat kita. Hanya, pastikan tidak ada najis yang mengenai sarung yang kita kenakan saat itu.

Asyiknya….

Bagi saya, masalah cara saya berak, biarlah saya dan Yang Di Atas yang tahu. Mau saya duduk di toilet jongkok atau jongkok di toilet duduk, itu hak saya. Bukan urusan mereka. Dan tolong jangan mengintip, meskipun alasannya untuk survei ilmiah. Karena itu akan berbahaya sekali untuk mata Anda.

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.