Perang Anti versus Pro LGBT di Facebook

Tuesday, February 23, 2016

Perang Anti versus Pro LGBT di Facebook


- Oleh Alva Altera

Beberapa status dan foto hilang di Facebook ketika post tersebut menyudutkan kaum lesbian, gay, bisexual, dan transgender atau biasa disingkat LGBT. Wacana kontroversial ini semakin ramai diperbincangkan di media sosial sejak Amerika Serikat melegalkan pernikahan sejenis.

Faktanya, banyak perusahaan IT seperti Facebook, Google, Apple, dsb. yang memang mendukung mereka. Facebook bahkan membuatkan aplikasi rainbow dan tagar #LoveWins, waktu itu.

Facebook juga tak segan-segan melenyapkan akun mereka yang anti-LGBT. Sehingga banyak yang mencurigai Facebook terlalu berpihak. Tapi, sebenarnya mekanismenya sederhana. Penyebab hilangnya akun-akun itu adalah karena laporan dari orang-orang pro LGBT yang jumlahnya ribuan. Mereka membuat grup-grup tertutup, lalu bergerak secara aktif dan mengandalkan getok tular. Jika ada postingan tentang LGBT, segera mereka update di grup untuk dilaporkan ke Facebook ramai-ramai.

Kalau tidak salah, cukup 40 reports atau laporan untuk membuat sebuah akun tumbang. Bayangkan jika pasukan LGBT yang berjumlah ribuan bertindak dengan koordinasi serempak. Tentu wajar bila banyak akun-akun tokoh yang vokal terhadap LGBT langsung terblokir.

Jadi, ini bukanlah sistem di Facebook yang mendeteksi kata “LGBT” atau “homo” atau “gay”. Ini adalah delik aduan. Misalnya, teman-teman di Facebook Anda ada satu saja yang pro LGBT, dia bukan langsung melaporkan status Anda ke Facebook. Dia melaporkan dulu ke grup biar dapat dukungan masif dari kawan-kawannya. Lalu mereka bersama-sama melaporkannya ke Facebook.

Mendapat laporan yang banyak itu, Facebook sebagai wasit yang “netral”, tentu tidak ada pilihan selain menghapus postingan itu secara sepihak.

Sebenarnya, pihak anti LGBT pun sudah berusaha melakukan serangan balik. Tapi, apa yang dilaporkan mengingat Facebook mendukung eksistensi semua golongan? Akhirnya, perang yang tidak imbang (karena sebenarnya yang anti LGBT lebih banyak) ini seolah-olah imbang. Khususnya di ranah Facebook. Entah, bagaimana akhir dari drama ini.

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.