Kulak Fanpage Facebook 10 Juta, Dijual Lagi 40 Juta

Thursday, March 10, 2016

Kulak Fanpage Facebook 10 Juta, Dijual Lagi 40 Juta


- Oleh Asep Putra

Selain memajang barang dagangan atau menjual postingan untuk pengiklan, menjual fanpage termasuk salah satu cara mendapatkan penghasilan menggiurkan dari Facebook. Baru-baru ini, saya memperoleh profit lebih dari 300 persen dari menjual sebuah fanpage. Hanya dari satu fanpage, saya memperoleh keuntungan kotor 40 juta!

Itu saya dapatkan tanpa repot-repot membangun fanpage dari nol. Bagaimana mungkin? Saya akan beberkan caranya sebentar lagi. Silakan Anda menirunya. Tapi ingat, saya tidak menjamin hasil yang Anda peroleh akan sama. Di sini, saya hanya berbagi apa yang saya kerjakan dan alami.

Langkah pertama: berburu fanpage

Sebelumnya, saya menyempatkan diri berbelanja beberapa fanpage dengan jumlah likes di atas 200 K (200.000 suka). Target saya adalah membangun fanpage 1 juta likes dalam tempo kurang dari tiga bulan.

Pasaran harga fanpage 100 K adalah 1-2 juta. Pintar-pintarnya kita bernegosiasi saja dengan pemiliknya. Akhirnya, saya kulak tiga fanpage. Masing-masing berjumlah suka 270 K, 340 K, dan 500 K. Total dana yang saya keluarkan kurang-lebih sepuluh juta rupiah.

Oh ya, saya hanya membeli fanpage yang likers-nya didominasi wanita. Setidaknya, wanitanya 65 persen. Sebab, rencana saya membuat fanpage baru tentang resep. Masa FP resep masakan isinya bapak-bapak? Kan kurang pas ;D

Langkah kedua: rename & merger

Ketiga fanpage itu isinya general. Tentang motivasi, kata-kata mutiara, dan sebagainya. Maka ketika saya ingin menggabungnya jadi satu, tentu temanya harus diseragamkan. Setidaknya, nama ketiganya harus disamakan. Karena itulah syarat merger fanpage dari pihak Facebook.

Setelah namanya sama dan menunggu selama dua minggu, ketiga fanpage baru saya siap dimerger. Simsalabim adamgapakebra! Jadilah satu fanpage baru dengan likers 900 K lebih.

Lho, kalau ditotal, harusnya kan satu juta likes lebih? Benar. Tapi, Anda tahu, proses merger akan sekaligus mengeliminasi likes dari Facebooker yang sama. Jadi sebenarnya, waktu berburu fanpage, lebih baik Anda membelinya dari beberapa lapak. Bukan dari penjual yang sama. Ini agar kemungkinan likes dari orang yang sama (duplicate likes) lebih kecil.

Langkah ketiga: aktifasi!

Satu fanpage baru sudah aktif. Saatnya dirawat dengan baik! Saya pasok fanpage itu dengan konten-konten yang sesuai tema (resep masakan). Jangan mengisi konten yang tidak ada hubungannya alias OOT, jangan spam, jangan jualan apa-apa. Pokoknya, jangan!

Ini supaya keadaan fanpage kondusif dulu. Hingga jumlah likes dan engagement-nya bertambah. Lalu, fanpage berkualitas premium itu bisa bersinar ketika saya lelang di pasar bebas.

Tidak butuh lama untuk mendapatkan pembeli. Mereka datang sendiri. Semula, saya berniat melepas fanpage tersebut di angka 30 jutaan. Tapi, di luar dugaan, ada yang berani menawar 40 juta. Terpaksa, saya lepas. Untung berlipat-lipat, deh... :D

Sekian sharing dari saya. Semoga pengalaman nyata ini cukup menginspirasi Anda.

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.