Tips Menghemat Pengeluaran untuk Perusahaan Baru

Wednesday, March 2, 2016

Tips Menghemat Pengeluaran untuk Perusahaan Baru


- Oleh Win Andriyani

Semua pebisnis tahu, untuk mendapat profit, jurusnya hanya dua: menggenjot pemasukan sambil memperkecil pengeluaran. Perusahaan-perusahaan yang terkena krisis atau yang baru berdiri biasanya lebih berfokus pada langkah kedua: penghematan. Cara ini bisa dilakukan di beberapa pos, antara lain:

Kantor

Kecuali bila Anda berbisnis online, faktor tempat sangat vital dalam kelangsungan perusahaan. Sebab, di sanalah semua aktivitas usaha dilakukan. Mulai dari mengonsep, melakukan presentasi, koordinasi, mengetik, menelepon, dan seterusnya.

Di sisi lain, faktor tempat juga bisa menjadi pos pengeluaran superbesar. Jika modal Anda tidak besar, sebaiknya singkirkan opsi membangun gedung sendiri. Karena uang Anda akan habis di sana dan momen pulang modal akan semakin panjang. Membangun atau membeli gedung pun diprediksi akan mengacaukan cash flow Anda.

Alternatifnya, Anda dapat memulai bisnis di rumah sendiri. Jangan salah, Amazon, Apple, dan beberapa perusahaan besar lainnya pun bermula dari usaha kelas garasi. Tidak perlu gengsi. Atau, jika Anda tetap memerlukan gengsi dan pencitraan, silakan menyewa virtual office. Pelanggan akan melihat Anda memiliki kantor fisik, tapi biaya yang Anda keluarkan jauh lebih sedikit dari membangun kantor sendiri.

Gaji

Upah Minimun Kota (UMK) selalu naik setiap tahun. Sebagai pemilik perusahaan baru, Anda memang tidak harus mengikuti kesepakatan UMK. Hanya, di era internet seperti sekarang, karyawan atau calon karyawan mudah mendapat bocoran berapa gaji standar untuk profesi mereka. Jika gaji di tempat Anda lebih rendah, siap-siap saja perusahaan Anda dianggap sekadar sebagai batu loncatan bagi mereka.

Bagaimana cara menghemat pos ini sementara perusahaan memang tidak sanggup membayar mereka lebih? Gunakan pendekatan “rasa ikut memiliki”. Dengan kesepakatan kedua belah pihak, Anda bisa mengombinasikan gaji dan kepemilikan saham.

Berikan kesempatan bagi karyawan, terutama yang senior (di tingkat menengah ke atas), untuk memiliki saham perusahaan. Sama seperti saham di perusahaan-perusahaan berstatus Tbk. Tapi untuk skala lokal, jadi tidak perlu melibatkan lantai bursa saham.

Cara kerjanya sederhana. Bila perusahaan untung besar, pemilik saham pun ikut berpesta karena akan memperoleh bagi hasil berlebih. Selain mengurangi pengeluaran dari pos gaji, sistem saham ini juga akan menyuntikkan perasaan ikut memiliki perusahaan pada diri pegawai Anda. Pemilik saham tentu mereka tidak mau perusahan bangkrut atau tidak untung.

Tagihan

Ini juga pengeluaran yang berpotensi menciptakan pemborosan. Apalagi jika perusahaan Anda melayani 24 jam. Jelas, Anda tidak bisa berada di kantor untuk mengawasi.

Maka jangan ragu untuk memberlakukan aturan yang terlihat remeh, seperti: matikan lampu dan AC bila ruangan selesai digunakan, dilarang mencuci kendaraan di kantor, pada jam pulang semua pegawai harus langsung pulang (kecuali mereka yang lembur), semua komputer dimatikan, tidak ada yang main game dan internet, karena semua itu berarti pengeluaran listrik dan air ekstra.

Tapi, supaya Anda tidak dianggap atasan yang pelit, Anda harus mengomunikasikan mengapa aturan ini perlu dijalankan. Jangan lupa pula untuk memberikan teladan. Meskipun Anda seorang bos yang lebih bebas melakukan apapun, pegawai seperti halnya anak-anak, mereka cenderung mencontoh apapun perilaku orangtuanya. Jadi, patuhilah aturan-aturan Anda sendiri.

Peralatan

Belilah saat diskon atau dalam jumlah grosir, supaya lebih murah. Jika ada barang yang rusak, jangan langsung beli baru. Tunggulah (barang rusak) lainnya. Ini juga untuk melatih semangat ikut memiliki di pihak karyawan, sehingga mereka terbiasa disiplin menjaga properti kantor. Kalau setiap ada barang rusak Anda langsung menggantinya, mereka akan terbiasa berpikir, “Rusak, ya? Tenang, sebentar lagi Bos pasti beli gantinya!”

Kalau bisa, belilah perlengkapan kerja yang multifungsi. Misalnya scanner yang sekaligus mesin fotokopi dan printer. Belilah piranti yang hemat listrik, misalnya laptop alih-alih komputer PC.

Nah, itulah kiat-kiat umum yang bisa Anda pakai untuk mengurangi biaya operasional perusahaan baru Anda. Seiring dengan tumbuh kembang perusahaan, Anda pasti akan lebih jeli melihat pos-pos mana yang bisa dihemat.

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.