Solusi HP Cepat Panas dan Baterai Cepat Habis

Menyebalkan memang bila HP atau ponsel pintar (smartphone) tiba-tiba terasa panas. Awalnya jarang-jarang, lama-lama semakin sering. Apalagi diperparah dengan baterai yang gampang ngedrop. Baru dicas penuh 2-3 jam yang lalu, sekarang baterainya sudah tinggal separuh! Padahal, ponsel itu tidak dipakai apa-apa selain internetan.

Solusi HP Cepat Panas dan Baterai Cepat Habis

Bagaimana ini? Apa yang harus dilakukan?

Yang perlu diingat pertama, tidak ada asap bila tidak ada api. Jika baterai ponsel kita rasanya cepat habis dan ponselnya sendiri cepat panas, pasti ada penyebabnya. Pasti kita telah melakukan kesalahan tertentu dalam pemakaian Android, iPhone, atau Windows Phone tersebut. Mari kita telusuri satu per satu.

Penyebab HP Cepat Panas dan Baterai Boros

  1. Spesifikasi ponsel yang rendah. Bisa faktor prosesornya, memori internalnya, atau Sistem Operasinya (OS). Kalau spek terlalu kekunoan (alih-alih kekinian) sementara aplikasinya terus diperbarui dan ditambahi, ini ibarat orang kurus yang disuruh mengangkat galon. Pasti ngos-ngosan dan keringatan karena kepanasan, bukan?
  2. Bahan baku ponsel berkualitas rendah. Masing-masing brand smartphone mempunyai kualitas sendiri. Pilihlah ponsel dari brand yang Anda percaya mutunya. Biasanya, harga sebanding dengan kualitas.
  3. Instal terlalu banyak aplikasi. Kebanyakan menginstal aplikasi akan membebani kinerja ponsel. Apalagi bila aplikasi tersebut berjalan daring (online) seperti gim, Facebook, Instagram, atau Gmail yang tersinkronisasi. Meskipun Anda tidak sedang membukanya, aplikasi-aplikasi tersebut sebenarnya terus siaga dan bekerja, sehingga mengakibatkan cepat panasnya HP, sekaligus memboroskan baterai.
  4. Membuka beberapa aplikasi sekaligus. Sekalipun produsen mengatakan ponselnya andal untuk multitasking, tetap saja membuka beberapa aplikasi sekaligus akan menguras daya baterai.
  5. Terlalu sering daring. Ketika internetan, entah itu meramban (browsing melalui mesin pencari), blogwalking, atau bermedia sosial, daya ponsel Anda tersedot lebih banyak. Sebab, kegiatan itu membutuhkan kekuatan sinyal internet, selain sinyal telepon biasa. Apalagi bila Anda menggunakan wi-fi atau justru memfungsikan ponsel itu sebagai hotspot (tethering).
  6. Ponsel terlalu lama dipakai. Mesin itu seperti manusia, juga butuh istirahat. Berjam-jam layarnya menyala, wajar saja akhirnya panas dan baterainya gampang drop.
  7. Baterai atau mesin ponsel Anda sudah lanjut usia. Setiap barang ada umurnya. Sekalipun ponsel itu jarang Anda pakai, bahkan Anda simpan terus dalam keadaan mati, ia tetap akan menua. Ditandai dengan penyakit pikun (gampang hang), gerakannya lambat (loading-nya lemot dan reaksinya tidak spontan lagi), sering pingsan (forced close), dan seterusnya.
  8. Charger ponsel tidak standar. Hanya karena charger bawaan hilang atau rusak, kita enak saja membeli charger sembarangan (atau nebeng charger teman yang tidak sama tipe dan amperenya). Jika terlalu sering, kebiasaan ini akan mengakibatkan ponsel cepat panas, baterai cepat habis, bahkan kerusakan pada mesin. Demikian pula dengan pengisian baterai melalui power bank.
Sekarang saatnya introspeksi, apakah Anda merasa melakukan salah satu atau beberapa hal di atas?

Lantas, bila baterai terlanjur boros dan mudah panas, apa solusinya? Gampang! Lakukan saja kebalikan dari hal-hal di atas, kecuali untuk poin pertama dan kedua yang hampir tidak mungkin diubah lagi. Dengan demikian, mudah-mudahan ponsel Anda masih bisa kembali ke performa awal.

Tip Mengatasi Ponsel Cepat Panas dan Baterai Cepat Habis

  1. Uninstall atau copotlah aplikasi-aplikasi yang tidak terlalu penting dan jarang digunakan.
  2. Tutuplah aplikasi-aplikasi yang tidak dipakai. Jalankan satu per satu saja. Demikian pula dengan tab-tab di peramban (browser), segera tutup semua setelah selesai meramban. Perlu dicatat, jika Anda menutup peramban langsung tanpa menutup tab-tabnya terlebih dahulu, maka sebenarnya situs-situs web di tab-tab itu, misalnya Twitter, tetap aktif dan siaga. Itu memboroskan baterai juga.
  3. Sesekali, matikan internet. Memang, zaman digital menuntut kita selalu terkoneksi, baik untuk kebutuhan email, What'sApp, dan lain-lainnya. Namun, coba tanyakan kepada diri sendiri, sepenting itukah untuk 24 jam online?
  4. Berilah ponsel jeda atau istirahat. Sekadar usul, saat hendak tidur malam, matikanlah ponsel Anda. Bila perlu, dan tidak butuh alarmnya, cabut sekalian baterainya. Manusianya tidur, ponselnya tidur. Besoknya sama-sama bangun dalam keadaan lebih segar.
  5. Rawat baik-baik ponsel Anda. Jaga jangan sampai kehujanan atau kemasukan air, terbentur atau terjatuh, kemasukan pasir atau debu terlalu banyak, berada di tempat bersuhu panas, menggunakan ponsel saat sedang proses pengisian baterai, dan sebagainya.
  6. Gunakan charger asli atau bawaan. Kalaupun harus ganti charger karena satu atau lain hal, pilih yang semerek, setipe, dan produk original dari pabrikannya.
Begitulah cara mengatasi HP yang cepat panas dan baterai yang cepat habis. Jika semua langkah itu sudah diantisipasi tetapi ponsel Anda tetap saja gampang panas, apa boleh buat. Mungkin memang sudah waktunya membeli baterai baru, atau sekalian ponsel baru.

Santai saja. Smartphone memang tidak seperti ponsel-ponsel lawas yang justru tahan bertahun-tahun. Kalau hape pintar Anda mampu setia menemani aktivitas selama dua tahun saja, itu sudah hebat. Suka atau tidak, smartphone memang tidak pernah awet.

- Tulisan: Alva Altera