Bagaimana Mengeruk Uang dari Fanpage

Sunday, September 15, 2013

Bagaimana Mengeruk Uang dari Fanpage


- Oleh Brahmanto Anindito

Mari kita bicara fanpage Facebook yang menghasilkan duit secara langsung. Maaf kalau ini bukan tren baru. Saya rasa, tidak ada kata terlambat untuk membahasnya. Karena dunia internet itu dinamis. Selalu ada yang baru. Setidaknya, kita selalu bisa mempelajari trik-trik baru.

Sekadar catatan, saya praktik membuat dan memelihara fanpage sejak 2011. Saat itu, saya (dalam tim) dipercaya merawat fanpage milik Dinas Pariwisata lokal yang sedang gencar berpromosi. Bujetnya gede. Tapi fungsi FP itu hanya sebagai pendukung situs utama. Kemudian, pada 2012, kami dipercaya lagi menangani fanpage salah satu produk dari brand raksasa produsen biskuit. Tetap saja, keberadaan fanpage tersebut tak lebih dari sekadar lead generator. Yang utama tetap website-nya.

Baru pada 2013, saya tahu, sebuah fanpage ternyata bisa juga berdiri sendiri sebagai brand utuh. Seseorang bisa saja memulai membangun brand HANYA dari mengklik tombol “Create a Page” di Facebook. Dan mendapat penghidupan dari situ!

Tertarik mempelajari fanpage B2C yang mandiri (tanpa web) ini, saya berguru pada beberapa internet marketer. Bukan berguru langsung. Karena saya hanya membaca e-book dan mengamati status-status mereka, terutama saat mereka berbaik hati berbagi ilmu. Sambil sesekali bertanya. Lalu, mempraktikkannya sendiri.

Saya mendapat banyak sekali ilmu dari mereka. Namun, yang mau saya bagi di sini tentu ilmu-ilmu yang sudah saya buktikan sendiri kemanjurannya.

Ingin Fanpage Yang Menghasilkan? Rawat Baik-baik

Ini aturan dasarnya. Selalu update fanpage Anda dengan konten-konten yang menarik, sehingga fans terdorong untuk meninggalkan komentar, share atau sekadar like. Yang belum menjadi fans pun jadi tertarik untuk mengklik tombol “Like” besar.

Tapi, bagaimana kriteria konten yang menarik itu? Biasanya seperti ini...
  • Singkat. Status yang terdiri dari 100-250 karakter umumnya mendapat like, komentar dan share 60% lebih banyak dibandingkan status yang lebih panjang.
  • Viral. Mengundang rasa penasaran, emosi, mencengangkan, atau bikin gatal untuk menulis balasan semisal kalimat menggantung, “Politik itu ______ (isi dong).” 
  • Visual. Foto, gambar dan video, masing-masing mendapatkan 180%, 120%, dan 100% interaksi lebih banyak ketimbang sekadar postingan berupa kata-kata.
  • Timing pas. Cari tahu kapan fans Anda online (melalui fasilitas Insight di dashboard fanpage), lalu postinglah pada jam-jam itu. Semenarik apapun postingan Anda, kalau sedikit yang online ya sedikit pula yang melihat, apalagi menanggapi. 
Dan jangan lupa, selalu berpatroli untuk memeriksa “keamanan dan stabilitas” fanpage. Hapus komen-komen spam, auto, menyinggung SARA, berbau cabul, termasuk akun-akun tidak jelas. Sehingga pada akhirnya, fanpage Anda hanya berisi Facebookers riil yang benar-benar punya minat pada topik. Lebih baik punya 500 fans tapi asli, daripada 15.000 fans tapi palsu.

Setelah suasana kondusif (salah satunya diukur dari tingginya angka “talking about this” terhadap jumlah fans) dan trust (salah satunya ditandai dengan minimalnya angka “unlike”) tercipta, baru kita bisa mulai komersial.

Sumber Pendapatan I: Jualan Produk

Misalnya fanpage Anda berkaitan dengan tips memperbaiki penampilan, maka Anda bisa jualan produk-produk fashion di sana. Untuk awal-awal, berikan penawaran menarik. Lebih mantap bila Anda berani memberikan layanan "bayar hanya jika barang sudah di tangan".

Malah ada pedagang yang mau rugi dulu dengan memberi harga kulak dan tanpa ongkos kirim. Dia tidak mencari untung dulu. Dia mencari trust (yang kita tahu dalam dunia bisnis memang mahal harganya). Fans perlu diyakinkan dulu bahwa kita penjual tepercaya. Sampai kapan? Yah, sampai setidaknya 50% fans (yang membeli) sudah berada dalam keadaan trust bertransaksi Anda.

Sumber Pendapatan II: Space Iklan bagi Pebisnis Lain yang Satu Ceruk

Seiring dengan popularitas fanpage, Anda bisa membuka slot iklan untuk produk serupa dari orang lain. Kapan pun butuh uang, Anda tinggal mengumumkan ke friends di Facebook, What’s App, WeChat, Line atau BBM, “Saya buka lagi slot dua iklan di fanpage X nih. Yang tertarik beriklan, PM saya. Siapa cepat dapat!” Uang dari calon pengiklan pun mengalir.

Sementara di mata fans yang sudah trust kepada fanpage Anda, semua iklan yang tayang itu terasa murni dari admin fanpage, sehingga kepercayaannya untuk berbelanja pun sama. Itulah kenapa Anda juga harus selektif menerima iklan. Jangan sampai kebobolan iklan-iklan penipu.


Sekian sharing dari saya, semoga bermanfaat.

Sekadar mengingatkan, jika Anda kebingungan mengurus fanpage atau tidak ingin diributkan dengan masalah ini, silakan hubungi kami. Warung Fiksi memiliki tim profesional untuk membantu Anda.

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.