Mengenal Daging Steak

Sunday, September 29, 2013

Mengenal Daging Steak


Mengenal Daging Steak
- Oleh Brahmanto Anindito

Popularitas steak sebagai kuliner sudah tidak perlu diragukan lagi. Pasti makanan dari olahan daging ini sudah akrab di lidah Anda. Gurih dan lezat. Nah, daripada hanya tahu rasanya, tidak ada salahnya untuk sekalian mengetahui jenis-jenis steak. Hitung-hitung, sebagai bahan pembicaraan saat makan siang bersama rekan bisnis. Atau, yah, supaya sekadar bisa menjawab saat ditanyai keponakan, “Daging steak yang ini apa namanya apa, Om?“ :)
  • Sirloin, berasal dari bagian belakang daging sapi. Daging ini bekerja lebih berat daripada bagian lain, sehingga agak keras. Ia lebih bisa dipotong dalam ukuran besar ketimbang daging sapi bagian lainnya yang lembut.
  • Tenderloin, merupakan loin yang berada di antara daging bagian belakang (sirloin) dan tulang rusuk (rib). Daging ini terkenal sebagai bagian paling lembut dari daging sapi. Namanya saja tender. Ia banyak dicari lantaran mudah dikunyah dan enak.
  • Toploin, yaitu daging sapi yang membungkus bagian tenderloin. Toploin lebih lembut dari daging sirloin, namun lebih keras dari tenderloin.
  • T-Bone, ini adalah bagian daging yang membentuk tulang mirip huruf T. Di satu sisi, ia memiliki daging yang lebih sedikit daripada sisi lainnya.
  • Portehouse, hampir sama dengan T-Bone. Perbedaannya, porterhouse memiliki tenderloin lebih banyak dari toploin.
  • Rip, ialah daging sapi yang ada di sekitar tulang rusuk. Biasanya rip disajikan bersama tulang rusuk, karena jika tidak, namanya akan berganti menjadi rib eye steak.
Yang mana yang paling enak? Tentu setiap orang punya selera masing-masing.

Yang pasti, daging sapi mengandung banyak lemak, terutama pada bagian belakang dan tenderloin-nya. Hati-hati, terlalu banyak lemak dapat menyumbat aliran darah kita (atherosclerosis). Menurut sebuah penelitian yang dilakukan University of Calgary, mereka yang mengonsumsi makanan tinggi lemak akan rentan terhadap peningkatan tekanan darah.

Bukan hanya itu, kebanyakan lemak ternyata dapat mengganggu fungsi vitamin C di tubuh Anda. Dan biasanya, orang yang kebanyakan lemak dapat dengan mudah kelebihan asam lambung. Makanya, konsumsilah steak dengan tidak berlebihan. Selain bisa menimbulkan penyakit, juga berbahaya bagi dompet Anda :)

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.