Ketika Mata Balita Kemasukan Benda yang Besar

Tuesday, May 12, 2015

Ketika Mata Balita Kemasukan Benda yang Besar


- Oleh Brahmanto Anindito

Kemarin, mata anak saya kemasukan pecahan cat dari tembok. Awalnya, dia menggosok-gosok tembok dengan sendok. Mungkin dia meniru-niru tukang yang sedang mengecat dinding. Sepertinya itu bukan permainan berbahaya, jadi kami biarkan saja. Tapi beberapa jam kemudian, istri saya melihat ada sebongkah pecahan cat di bagian kornea matanya. Aduh, saya langsung panik.

Kalau kelilipan benda kecil semacam debu atau pasir, mungkin tidak sepanik ini. Tinggal matanya dimelekkan lalu ditiup, partikel-partikel asing itu pasti minggir dan ikut keluar bersama air mata. Tidak perlu ditiup, matanya berkedip-kedip saja pasti enyah benda pengganggu yang kecil itu.

Tapi, ini kelilipan partikel besar! Kalau ditiup dan bendanya bergeser-geser, jelas bisa menggores kornea matanya. Bahkan mungkin benda itu berpindah ke sudut yang lebih nyelempit lagi.

Karena sering berkedip dan memejam dengan kuat, benda sialan itu akhirnya terpecah-pecah di mata anak saya. Tambah tegang saja situasinya. Mana pecahannya masih besar lagi. Pipih, tapi masih lumayan lebar!

Dan sialnya, anak saya bukan tipe penurut. Dia berontak saat kami berusaha memeriksanya, meskipun kami sudah menjelaskan bahwa Ayah-Bunda perlu melakukan ini supaya tidak sakit lagi. Dipegang matanya saja dia sudah menjerit-jerit, apalagi diutak-atik. Yang saya khawatirkan apabila kami terpaksa membiusnya dulu agar bisa tenang. Ah, tidak terbayang.

Yang saya tahu, kalau ini didiamkan saja, pastilah matanya terasa gatal dan perih. Membuatnya semakin rewel dan berpotensi merusak keindahan matanya dalam jangka panjang. Bahkan bisa berujung kebutaan. Ini kan pecahan cat, pasti mengandung zat-zat kimia!

Browsing di internet pun tidak mendapatkan jawaban yang signifikan. Yang ada hanya tips mengatasi kelilipan benda-benda kecil yang siapapun pasti sudah tahu. Makanya, begitu anak kami lolos dari bencana ini, saya ingin berbagi solusi untuk yang lain.

Cara mengatasi anak kelilipan benda yang besar

  1. Yang terpenting, pastikan dia tidak mengucek-ucek matanya. Karena itu akan memperparah keadaan.
  2. Jika memungkinkan, singkirkan benda asing itu dengan menotolkan kapas steril yang sudah dibasahi air matang. Sebisa mungkin, jangan sampai menyentuh permukaan bola matanya.
  3. Kami menggelontor mata si anak dengan air (sebisa mungkin air matang). Anda butuh partner di sini untuk menggendongnya dalam posisi telentang dan memegangi tangannya yang berontak. Yah, anak saya berontak sejadinya. Menjerit. Menangis. Tapi kami teruskan karena yakin, air matanya justru akan membuat benda itu justru keluar ke pinggir kelopak air mata, sehingga memudahkan untuk diambil.
  4. Menggunakan obat tetes mata yang dijual bebas juga bisa. Tapi jangan berlebihan. Ingat, obat semacam itu mengandung bahan kimia yang bersifat asam, sehingga menimbulkan rasa pedih.
  5. Dengan menerapkan cara #3, sebagian pecahan benda itu sudah keluar dari mata anak saya. Tidak semuanya. Pecahan yang terakhir berhasil dikeluarkan dengan mendorong pelan-pelan dengan jari. Bukan langsung ke bola mata, melainkan didorong melalui kulit kelopak atau kantung mata.
Alhamdulillah! Akhirnya, semua partikel asing itu keluar. Lega rasanya.

Bila tips ini tidak berhasil pada anak Anda yang kelilipan, saran terbaik adalah bawa ke UGD rumah sakit terdekat. Jangan puskesmas. Saya sudah telepon fasilitas kesehatan I itu. Memang masih buka (puskesmas di sini tutup jam 17.30), tapi mereka angkat tangan karena tidak punya alat-alatnya. Jadi, sebaiknya langsung bawa ke rumah sakit. Semoga itu tidak sampai terjadi pada anak Anda.

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.