Pelangi LGBT Betebaran di Facebook, Mari Merayakan Penyimpangan

Sunday, June 28, 2015

Pelangi LGBT Betebaran di Facebook, Mari Merayakan Penyimpangan


Pelangi, simbol kebebasan kaum lesbian, gay, biseksual dan transseksual (waria)
- Oleh Alva Altera

Baru-baru ini, Facebook mengeluarkan aplikasi Let's Celebrate Pride. Anda juga melihat, bukan? Ada beberapa orang yang telah menggunakan aplikasi tersebut. Ciri-cirinya, foto profilnya berubah menjadi berwarna pelangi. Keren? Unik? Kelihatannya. Tapi tahukah Anda, apa makna di balik pelangi itu?

Pelangi adalah warna-warni. Dalam hal ini, menyimbolkan warna-warni kecenderungan seksual manusia. Inspirasinya dari lagu Over the Rainbow dari Judi Garland yang merupakan ikon kaum LGBT (Lesbian-Gay-Bisexual-Transsexual).

Aplikasi Let's Celebrate Pride sendiri adalah bentuk dukungan Facebook untuk pernikahan sejenis yang baru saja dilegalkan di Amerika Serikat pada 26 Juni kemarin. Keputusan Mahkamah Agung yang berlaku di seantero negeri Paman Sam ini tentu disambut dengan gegap gempita oleh Komunitas LGBT.

Mark Zuckerberg selaku pendiri dan CEO Facebook, meski bukan termasuk LGBT, terang-terangan mendukung pernikahan sejenis. Baik melalui status-statusnya, maupun melalui kebijakan-kebijakan Facebook yang pro-LGBT. Saya sendiri mengetahui betapa banyaknya komunitas LGBT tumbuh di Facebook, dan betapa postingan-postingan yang anti-LGBT bisa dengan mudahnya dilenyapkan dari ranah Facebook!

Kita tahu, Amerika adalah negara sekuler yang menempatkan agama di wilayah pribadi, bukan diintegrasikan ke dalam hukum negara. Yang diperjuangkan kelompok LGBT adalah persamaan hak sebagai manusia, supaya tidak didiskriminasikan atau dibuli dan dilecehkan masyarakat umum secara sewenang-wenang. Jadi secara kemanusiaan, memang ini keputusan positif.

Namun, dari segi moral, tentu keputusan ini akan semakin memberatkan bagi mereka yang berjuang untuk menyadarkan kawan atau saudaranya ke jalur yang normal: pria berpasangan dengan wanita. Kalau Amerika saja melegalkan LGBT, berikutnya pasti dunia. Dan pada gilirannya, pasti Indonesia.

Tak usahlah bicara agama (yang jelas-jelas tidak memperkenankan kehadiran kaum ini), mari bicara konsekwensi saja. Siapkah Anda ketika suatu saat putri Anda mengaku, “Ma, aku ingin menikah dengan wanita saja”? Siapkah Anda ketika suatu hari putra Anda berpakaian wanita dan bangga menjadi waria? Siapkah Anda tidak memiliki cucu karena anak-anak Anda tidak doyan dengan lawan jenisnya?

Kalau siap, silakan pasang aplikasi pelangi itu di profil Facebook Anda.

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.