Modus Menuduh Kita Menabrak di Parkiran

Tuesday, September 12, 2017

Modus Menuduh Kita Menabrak di Parkiran



Modus Menuduh Kita Menabrak di Parkiran

Hari itu, saya parkir di salah satu mal elite di Jakarta. Saya masuk kira-kira pukul 4 sore. Semua berjalan seperti biasa, saya tidak mengalami masalah parkir apa-apa. Namun ketika pukul 8 malam saya kembali, betapa terkejutnya saya melihat mobil yang parkir di belakang mobil saya.

Posisi pantat mobil itu menempel mobil saya. Lalu tiba-tiba, entah dari mana, pemilik mobil tersebut menghampiri saya. Dia meminta ganti rugi. Alasannya, mobil saya sudah menabrak mobilnya. Tentu saja saya menyangkalnya. Mobil saya pakai alarm mundur, jadi menabrak pun saya pasti tahu.

Saya memajukan mobil. Saya periksa, mobil saya tidak apa-apa. Mobil dia yang lecet tergores. Namun saya lihat, tidak mungkin goresan itu muncul karena ditabrak oleh mobil saya.

Mika penutup plat nomor mobil itu juga agak pecah sedikit. Akan tetapi, sekali lagi, mustahil itu gara-gara mobil saya. Sebab, posisi mobil saya jauh lebih tinggi (BMW) dan saya lihat ban mobil saya berada tepat di garis pembatas kuning. Sementara mobil orang itu adalah sedan lama yang belakangnya panjangnya jauh melebihi batas kuning parkir.

Orang itu bersikeras menuduh saya. Saya tidak kehabisan akal, saya tanyakan, “Coba, mana tiket parkirnya?"

Dia memberikannya. Di situ, saya terkejut. Dia baru masuk ke tempat parkir ini pukul 6 sore! Bagaimana logikanya saya menabrak mobil dia ketika parkir? Jelas-jelas, saya masuk parkir duluan.

Bagaimanapun, saya menawarinya ke bengkel. Tetapi dia ngotot saya harus membayarnya dengan uang tunai. Saya langsung curiga ini bukan orang baik. “Waduh, ini modus, nih!” batin saya.

Tiba-tiba, datang petugas parkir menunjukkan foto mobil saya dempet dengan mobil orang itu. Si tukang parkir malah ikut-ikutan menyalahkan saya.

Saya langsung mengingatkannya, “Kamu nggak usah ikut campur, nanti malah kamu dipecat!”

Petugas parkir itu pun langsung pergi.

Tetapi si pelaku satu ini masih ngotot. Bahkan, dia mau membawa masalah ini ke kantor polisi. Hehehe, saya ayo saja. Barangkali, dia berpikir saya bodoh atau ketakutan.

Akhirnya, dia diam, dan saya tinggal pergi begitu saja. Ah, ada-ada saja cara orang mencari duit zaman sekarang. Untungnya, orang tadi benar-benar salah target!

Saran saya jika kejadian semacam ini menimpa Anda, cek tiket parkirnya, terutama untuk mengetahui jam masuknya. Kalau perlu untuk tindakan pencegahan, setiap parkir mobil di mal ada baiknya difoto dulu bagian belakang mobilnya, supaya Anda punya bukti posisinya.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk menghindari modus-modus penipuan. Keep smart!

- Tulisan: Tommy Massie, sebagaimana kiriman yang beredar di Facebook. Dilakukan pernyuntingan naskah seperlunya.

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.