Ospek Mahasiswa Baru yang Cabul
Dalam sebuah ospek mahasiswa baru. Para mahasiswi baru disuruh rebahan. Lalu masing-masing mahasiswa senior mengangkangi mereka. Tak lupa, mereka terlebih dahulu membuka baju. Celana pun hanya celana pendek, sebagian malah hanya ber-hotpants. Seolah mereka hendak memperkosa korban yang sudah tak berkutik.
Entah bagaimana logika kegiatan cabul ini. Mungkin alasan resminya untuk melatih mental para mahasiswi. Biar mereka tenang kalau nanti mengalami situasi pemerkosaan yang sebenarnya. Konyol sekali!
Gambar ini saya dapatkan beberapa hari lalu di Facebook. Di artikel sumbernya, yang saya yakin bukan sumber aslinya juga, dikatakan ini adalah sebuah orientasi pengenalan kampus (MOS atau Ospek) yang dari tahun ke tahun memang cabul begitu. Namun, itu masih "konon".
Ada yang tahu dan bisa mengonfirmasi, ini tepatnya foto apa? Konteksnya bagaimana? Kalau pun memang ospek, kampus mana yang senior-seniornya cabul begini? Kapan kejadiannya? Kok, rasanya belum ada media tepercaya yang menurunkan beritanya.
Bila ini memang kegiatan ospek, wah, betapa parahnya kerusakan moral generasi muda kita. Betapa berbahayanya ketika suatu saat kita menitipkan anak-anak kita ke kampus-kampus liar dan cabul semacam ini.
Untuk anak laki-laki pun bukan berarti aman. Ingat, justru kebanyakan korban meninggal dalam kegiatan ospek adalah mahasiswa pria yang diplonco. Karena laki-laki lebih kuat, mereka kerap menjadi sasaran kekerasan senior-seniornya.
Baru-baru ini, kita mendengar kematian mahasiswa baru ITN Malang. Kita tarik ke belakang, ada mahasiswa STPDN Jatinangor yang meninggal karena organ-organ dalamnya hancur terkena pukulan dan tendangan maut para seniornya.
Banyak sekali calon intelektual bangsa yang mati sia-sia selama ospek. Belum lagi mereka yang stres dan trauma.
Saya juga mendapat foto-foto yang ditengarai merupakan kegiatan ospek mahasiswa baru yang tak kalah cabulnya. Namun, karena tak sampai hati, maaf, tidak bisa saya pajang di sini. Di foto-foto itu, mata “nakal” para mahasiswi senior itu terlihat puas melihat juniornya yang tanpa pakaian.
Kalaupun mahasiswa-mahasiswa semacam ini survive dari “neraka kampus” tersebut, saya bertanya-tanya, bagaimana mereka di masa depan?
Jika jadi pemimpin, pemimpin macam apa? Pemimpin yang suka melihat penderitaan anak buahnya? Bos yang suka mempermalukan karyawannya? Yang tidak mau disalahkan?
Pasal satu, senior tak pernah salah. Pasal dua, bila senior salah, baca kembali pasal satu!
Kemudian, jika mereka jadi orang gagal pun, saya bertanya-tanya, nanti bagaimana mentalitas mereka dalam masyarakat? Jangan-jangan, sedikit-sedikit main kekerasan? Suka menggencet orang? Meneror? Merisak?
Saya kira, di zaman Facebook ini, perpeloncoan sudah tidak diperlukan lagi. Kalau pun terpaksa merasa perlu “mempermalukan” mahasiswa baru agar tidak belagu, seharusnya gunakan cara yang win-win solution saja.
Misalnya, mengirim mereka ke masyarakat sekitar untuk memperbaiki jembatan rusak (bagi mahasiswa Teknik Sipil), berjualan dawet di jalan (bagi mahasiswa ekonomi) di mana kelompok yang penghasilannya paling rendah dihukum menyanyi di depan kelas, dan sebagainya.
Banyak, kok, cara mendidik dan mendisiplinkan mahasiswa baru. Dan pastikan itu semua tidak membuat si mahasiswa dendam terhadap kegiatan ini. Yang mana ujung-ujungnya dendam itu akan dilampiaskan ke adik kelasnya tahun depan.
Kapan selesainya kalau begini terus? Bisa-bisa kegiatan cabul seperti gambar di atas akan terus lestari.
Namun, jangan dulu putus asa dengan kampus-kampus kita atau mahasiswa-mahasiswanya. Sebab, saya sendiri belum mendapat konfirmasi bahwa ini semua dilakukan dalam aktivitas kampus. Juga, belum tentu foto-foto di atas terjadi di Indonesia.
- Tulisan: Brahmanto Anindito
Post a Comment for "Ospek Mahasiswa Baru yang Cabul"
Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing maupun rewriting tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.