[HUMOR] Benhur Ingin Rujuk dengan Eling
Walaupun sudah puluhan tahun menikah, kelakuan Benhur Deniro dan Eling Sulwaesi seperti anak muda saja. Kakek-nenek itu sering berantem, dan lucunya, sampai ngambek-ngambekan. Seperti pekan lalu, mereka beradu mulut hanya gara-gara masalah piring kotor yang dijilati tikus.
Ujung-ujungnya, Eling minggat dari rumah. Pisah ranjang, dalam arti harfiah. Ia menginap di rumah anaknya di Dusun Jawufi yang berjarak hanya dua kilometer.
Benhur tahu itu, tetapi membiarkannya, karena ia sendiri juga jengkel.
Namun, jalan seminggu, purnawirawan Marinir itu mulai kesepian di rumah. Pagi itu, ia menelepon ponsel anaknya. Kebetulan, yang menerima telepon tersebut adalah istrinya sendiri.
“Apa!?” semprot perempuan 70 tahun itu.
Terbata-bata, Benhur pun berterus terang. “Say… pulang, dong, Say. Aku minta maaf. Mau balikan.”
“Astaga, sudah bau tanah, gaya ngomongnya masih kayak ABG gini. Obat penurun hipertensi sudah diminum, Mbah?”
“Sudah, Say,” jawab Benhur. “Tuh, kan, masih perhatian. Balik, yuuuukk….”
Eling terdiam beberapa saat. Lalu, “Di dekatmu ada gelas?"
“Hah, gelas? Enggak ada. Kenapa?”
“Kalau begitu, pergi ke dapur. Ambil gelas sekarang… gelas apa saja!”
Benhur sebenarnya malas. Selain itu juga bingung, untuk apa ia harus mengambil gelas dalam kondisi seperti saat ini. Namun, demi mengambil hati kekasih lawasnya itu, diletakkannya gagang teleponnya dan ia pergi ke dapur.
Selang 30 detik, Benhur sudah kembali. “Sudah kuambil, ini gelas sembarangan. Ada apa, memangnya, dengan gelas?”
“Sekarang,” kata Eling, “banting gelas itu ke lantai!”
“Heh, kamu ini aneh…”
“CEPETAAAAN…!!”
“Iya, iya…” sahut Benhur. Lantas terdengarlah suara gedebuk dan kelontangan. “Sudah! Puas? Terus, apa lagi yang dibanting? Piring?”
“Sekarang kembalikan gelas itu jadi utuh seperti semula,” perintah Eling. “Enggak mungkin bisa, kan? Begitu juga hatiku, Mbah. Sudah kadung berkeping-keping!”
Benhur termenung beberapa saat. Lalu, pria 74 tahun itu mengambil gelas yang sudah dibantingnya tadi. Dibolak-baliknya gelas itu. “Ini gelasnya masih utuh, kok. Aku tadi ambil gelas plastik.”
Sontak, wajah Eling memerah. Analoginya tidak berhasil. Metaforanya gagal total. Ah, ia memang tidak pernah bisa terlihat keren di depan suaminya itu. “I-iiiiih.... ya sudah, ya sudah! Nanti sore, jemput aku!” sergahnya jengkel, sembari langsung menutup telepon.
Di seberang, Benhur pun cengar-cengir penuh kemenangan.
Post a Comment for "[HUMOR] Benhur Ingin Rujuk dengan Eling"
Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing maupun rewriting tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.