Secangkir Kisah tentang Teh

Tuesday, April 1, 2014

Secangkir Kisah tentang Teh


Secangkir teh untuk mengenang
Secangkir teh untuk mengenang
- Oleh Moch. Asrori

Jangan salah, teh ternyata bukan hanya cairan berwarna cokelat biasa. Di samping bermanfaat untuk merawat rumah sehari-hari, banyak orang yang tahu, teh merupakan minuman yang ajaib! Cocok untuk kesehatan, gaya hidup, atau sekadar pemuas dahaga. Hingga hari ini, hanya air putih yang mampu mengungguli popularitas teh sebagai minuman.

Bicara manfaat, rasanya sudah lama teh menjadi rahasia kesehatan tubuh bangsa China. Ilmu pengetahuan modern pun mengamininya. Secara ilmiah, teh terbukti kaya akan antioksidan yang dapat mengurangi dampak kerusakan akibat radikal bebas (penyebab penyakit jantung dan kanker). Walau secara alami berkafein, kandungan teh tidak cukup signifikan untuk memberi efek yang membahayakan bagi tubuh.

Inilah yang menggerakkan Alex Probyn untuk membangun Blends for Friends, brand yang menjual racikan teh khusus.

Alex memulai kiprahnya dengan mendata keunikan masing-masing teh dari kebun-kebun terbaik di seluruh dunia. Ahli cicip teh asal inggris itu lalu meracik sendiri teh berdasarkan kepribadian peminumnya. Dia mengombinasikan camomile, hibiscus, honeybush, melati, lemongrass, peppermint, rooibos, dan rosehip ke dalam tehnya untuk memberi karakter tertentu. Tapi hanya sedikit, supaya tidak sampai merusak rasa utama teh.

Teh custom kreasinya ini kemudian makin lama makin terkenal. Teman-teman dan keluarganya sampai meminta Alex untuk meracikkan teh untuk kenalan-kenalan mereka. Begitulah, ide awal yang hanya ingin menyalurkan pengetahuan dan passion seputar teh sekarang berubah menjadi jasa layanan bagi pelanggan lintas benua.

Bagi Alex maupun klien-kliennya, teh memang minuman yang emosif. Penuh gengsi. Terbukti, teh pernah memicu lahirnya lomba balap yatch. Ketika itu, kapal layar digunakan untuk membawa hasil pertama musim panen dari China ke Inggris demi mengejar harga jual terbaik. Teh bahkan pernah mengawali lahirnya perang kemerdekaan di Amerika sewaktu sebuah kapal kargo teh dihancurkan untuk menghindari pajak. Peristiwa ini dikenal sebagai The Boston Tea Party.

Mungkin sisi emosif teh yang seperti ini sudah jauh berkurang saat ini. Namun kesederhanaan dasar teh sejak ribuan tahun silam, ketika sehelai daun teh tidak sengaja masuk ke dalam cawan air panas kaisar China, tetap melekat hingga kini. Kesederhanaan itu adalah cara-cara istimewa tiap individu dalam menghidangkan secangkir teh.

“Pergilah ke pelosok dunia manapun dan mintalah secangkir teh. Saya yakin, teh yang disajikan akan berbeda dengan teh yang terakhir kali Anda nikmati,” kata Alex.

Lebih lanjut, Alex melihat teh bisa mewakili sesuatu perayaan yang begitu bernilai personal, seperti ulang tahun, pernikahan, atau peristiwa penting lain. Pemikiran ini membawanya menciptakan bingkisan teh yang begitu khas sehingga dapat dikenang seumur hidup. Misalnya, dengan meminum teh ini, Anda seolah mengendarai mesin waktu menuju ke saat adik Anda berulang tahun yang ke-10.

Alex mematok tarif 29 poundsterling plus ongkos kirim untuk tiap 100 gram teh racikan baru orisinalnya. Teh akan dikirim dalam kotak kado yang manis berlabel spesial untuk sang Penerima, plus keterangan teh yang digunakan dalam racikan. Untuk pemesanan ulang, Alex cuma mematok harga 9 poundsterling plus ongkos kirim.

Selain sebagai kado, Blends for Friends juga menciptakan racikan teh yang ditujukan untuk klien korporasi dan minuman massal di resepsi pernikahan. Alex memastikan tehnya dapat memenuhi selera pribadi siapa pun.

Sebuah bisnis yang menarik, bukan? Ada yang ingin menconteknya untuk pasar Indonesia?

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.