December 2014

Monday, December 29, 2014

Menanti BPJS Syariah pada 2015


- Oleh Brahmanto Anindito

Kemarin, saya berbincang-bincang dengan salah satu saudara yang anaknya terkena infeksi lambung. Menginap enam hari di rumah sakit, dia harus membayar 8 juta. Sakit memang mahal. Ini membuat saya berpikir untuk segera melindungi keluarga saya dengan kartu BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), program jaminan kesehatan dari Pemerintah. Tapi sejujurnya, saya menunggu hadirnya opsi BPJS Syariah.

Thursday, December 25, 2014

Mengadakan Pertemuan dengan Diri Sendiri


Bicara dengan diri sendiri itu penting
- Oleh Win Andriyani

Rasanya, ini perlu kita jadikan resolusi 2015. Sepanjang tahun, kita terus meeting atasan, rapat dengan bawahan, mengadakan pertemuan dengan klien, pelanggan, supplier, atau teman. Pernahkah kita mengadakan pertemuan serius dengan diri sendiri? Misalnya, kita membuat janji bertemu selama 1-2 jam, seminggu sekali, untuk duduk “semeja” dan berdiskusi dengan diri sendiri.

Monday, December 22, 2014

Wednesday, December 17, 2014

Monday, December 15, 2014

Buatlah yang Bisa Dijual, bukan Jual yang Bisa Dibuat


Buatlah yang Bisa Dijual, bukan Jual yang Bisa Dibuat
- Oleh Ino Permana

Di salah satu acara bincang bisnis yang saya ikuti beberapa tahun lalu, ada falsafah bisnis dari pembicara yang sampai sekarang saya ingat. Pembicara tersebut adalah founder Suara Surabaya FM 100, radio swasta nomor 1 di Surabaya, Soetojo Soekomihardjo (alm). Falsafahnya adalah, "Jangan jual apa yang bisa kamu buat, tapi buatlah apa yang bisa kamu jual."

Thursday, December 11, 2014

Kenangan-kenangan Remeh


- Oleh Ihsan Maulana

Minggu pagi, tahun 1990. Seorang anak kelas dua sekolah dasar menenteng sebuah keranjang menyusuri ladang-ladang jagung penduduk yang baru saja panen. Dia dan saudara sepupunya memungut sisa-sisa jagung yang tak terambil oleh si empunya. Barangkali memang sengaja dibuang.

Sunday, December 7, 2014

Mainan Anak Yang Tepat Usia


Mainan anak tidak boleh sembarangan, harus disesuaikan dengan usianya
- Oleh Arta Nusakristupa

Sebenarnya, anak selalu bisa bermain apa saja dan terhibur dengan apa saja. Mulai dari crayon (dan warna-warna yang ditimbulkannya), sprei, remote televisi, dan sebagainya. Tapi, bila tidak disesuaikan dengan usianya, mainan-mainan itu akan kurang efektif dalam merangsang perkembangan otaknya. Sayang sekali, bukan?

Wednesday, December 3, 2014

Dimanakah Medan Laga dalam Perang Pemasaran?


Medan laga itu ada di...
- Oleh Ino Permana

Sebagian dari Anda akan menjawab pertanyaan itu begini, “Karena pemasaran berasal dari kata ‘pasar’, maka perangnya pasti di pasar. Termasuk di supermarket, minimarket, mal, atau pasar tradisional.” Ada juga yang menjawab, “Karena sekarang adalah era teknologi informasi, maka perangnya sebagian besar di ranah online.” Betulkah?