Collection: Fitur Baru di Google+

Thursday, May 7, 2015

Collection: Fitur Baru di Google+


- Oleh Alva Altera

Platform media sosial Google Plus baru saja mengaktifkan fitur Collection (atau Koleksi kalau pilihan bahasa Anda Indonesia). Coba kunjungi ke profil Google+ dan periksa bagian tab-nya, ada tulisan Collection atau Koleksi, bukan?

Ini adalah fitur untuk mengendalikan jenis konten yang bisa dilihat dalam stream (newsfeed) Google+ kita. Dengan Collection, kita bisa mengelompokkan pos, foto atau video dalam kategori-kategori khusus. Jadi, konsepnya seperti di Pinterest atau Quora. Follower Anda bisa mengikuti keseluruhan postingan Anda, atau hanya kategori-kategori tertentu.

Sejak awal, Google+ sudah menjadi ajang online untuk bertemu dan berdiskusi orang-orang yang memiliki minat sama. Masalahnya, setiap pengguna punya kegemaran, hobi dan kepentingan lebih dari satu, dan tidak semuanya cocok dengan pengguna lain. Setiap orang itu unik, tidak pernah ada yang benar-benar sama.

Misalnya, Anda mungkin mem-follow akun Google+ dari Ghostwriter Indonesia karena pos-pos yang berkaitan dengan bisnis. Namun, Anda tidak terlalu peduli ketika Ghostwriter Indonesia sedang memposting tulisan wisata. Sebelum adanya fitur Collection, Anda akan melihat semuanya, termasuk pos-pos yang tidak Anda sukai. Tapi sekarang, Anda bisa hanya mengikuti koleksi pos bisnis, tanpa perlu mengikuti kategori-kategori yang lain.

Lebih personal, bukan? Bermanfaat, bukan?

Sayangnya, kita tidak bisa memindah pos dari satu koleksi ke koleksi lainnya. Harus dihapus dan dipos ulang secara manual. Anda juga tidak bisa mem-pin (atau katakan menjadikan (featured collection) sebuah koleksi.

Di samping itu, sama juga dengan kebijakan Album di Google+ yang tidak bisa diberikan deskripsi, begitu pula dalam Collection. Anda hanya bisa mengutak-atik judulnya.

Untuk lebih jelas tentang fitur Collection, silakan dijajal sendiri.

Pesan saya, jangan menyalahgunakan fitur Collection ini. Misalnya, Collection Anda namakan sesuatu yang berkesan cabul demi meningkatkan kunjungan. Atau Anda menamai sebuah koleksi dengan nama artis yang populer demi mendapatkan banyak follower, tapi isinya sama sekali tidak berhubungan.

Tindakan seperti ini menyalahgunakan kepercayaan followers Anda. Ujung-ujungnya, menurunkan kualitas serta kredibilitas dari akun Anda sendiri. Ingat, dengan sekali klik, si follower bisa langsung hengkang (unfollow/unsubscribe) dari koleksi tersebut. Anda juga yang rugi nantinya.

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.