Senjata Kita Dicurigai Curang dalam Lomba Militer, Tidak Masalah!

Sunday, May 31, 2015

Senjata Kita Dicurigai Curang dalam Lomba Militer, Tidak Masalah!


TNI Juara Umum Lomba Militer di Australia
- Oleh Alva Altera

Anda mungkin sudah mendengar kabar gembira ini. Angkatan Darat kita baru saja menjadi juara umum di lomba menembak internasional Australia, The Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM). Dari total 50 nomor, TNI memborong 30 medali emas, 16 perak, dan 10 perunggu. Di posisi runner up ada Angkatan Darat Australia dengan empat emas, sembilan perak, dan enam perunggu. Sementara Amerika Serikat sang Jagoan hanya bertengger di posisi ketiga dengan empat emas, satu perak, dan dua perunggu.

Wow! Meskipun badan tentara-tentara kita relatif kecil dan teknologi perangnya tertinggal dibanding militer Amerika, Rusia, Inggris atau Israel, ternyata skill mereka di atas jawara-jawara militer dunia itu.

Sayang, sapu bersih gelar ini berbuntut tidak sedap.

Panitia lomba akhirnya mencurigai ada sesuatu dalam senapan yang digunakan kontingen kita. Mereka pun minta izin untuk membongkar senjata-senjata buatan PT Pindad Persero itu. Karuan saja, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo menolak mentah-mentah permintaan tersebut. Gatot tak habis pikir, “Barangkali mereka kira senapan kita pakai dukun,” katanya, setengah berkelakar.

Bagaimanapun, sebenarnya kita tidak perlu tersinggung dengan kecurigaan panitia itu. Justru kita harus bangga! Sebab, kecurigaan tersebut sebenarnya merupakan sebuah bentuk pengakuan terselubung, bahwa produk kita lebih dahsyat dari dugaan mereka. Buktinya, untuk spesifikasi yang sama dengan M-16-nya Amerika atau AK-47-nya Rusia yang tersohor, assault rifle (senapan serbu) SS2 V4 sanggup meraup banyak medali emas dalam ajang bergengsi ini.

Jangan salah, bukan kali ini saja TNI memecundangi satuan-satuan militer negara lain. Di ajang sebelumnya, perwakilan Indonesia juga mampu menghajar tim Inggris dan tuan rumah Amerika Serikat dengan poin telak.

Apakah kontingen lain sengaja mengalah? Dalam rangka merahasiakan kekuatan militernya atau faktor lain, mungkin? Sang KSAD menampik isu itu. Sebab, jelas, kehormatan negara dan kesatuan militer para peserta dipertaruhkan di sana. Memberikan kemenangan begitu saja ke negara lain, mau ditaruh mana muka mereka?

Jadi, selamat atas prestasi ini. Meskipun, ini jangan digunakan untuk sombong-sombongan dan bersikap sok kuat (untuk mengancam negara lain, misalnya). Karena Indonesia, kalau mau objektif meneliti tiap aspeknya, masih kalah dibanding militer negara-negara maju seperti Amerika, Inggris, termasuk China.

Tapi untuk urusan menembak, bolehlah kita menepuk dada. Karena Amerika dan lain-lain sejauh ini masih di bawah TNI. Ironisnya, tak kurang-kurang novel dan film militer diproduksi di sana tentang pasukan elite lah, sniper lah, dan sebagainya. Kenapa bukan Indonesia yang membuat? Tentara Indonesia kan juara?

Ya, harusnya orang-orang kreatif Indonesia juga bisa menggali potensi cerita militer kita ke ranah hiburan. Selain sebagai marketing campaign untuk berjualan senjata, pesawat atau pelatihan militer, ini juga penting agar rakyat semakin mengapresiasi tentara-tentaranya. Sudah lama TNI disegani di antara jajaran tentara-tentara nasional dunia. Tapi masih banyak warga yang tidak tahu, bahkan cenderung meremehkannya.

Maju terus, TNI! Berinovasilah terus, Pindad! Bravo Komando!

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.