Buku yang Tidak Biasa dari John Grisham

Sunday, August 23, 2015

Buku yang Tidak Biasa dari John Grisham


- Oleh Mochamad Yusuf*
  • Judul: The Broker (Sang Broker)
  • Genre: Thriller hukum
  • Pengarang: John Grisham
  • Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
  • Terbit: Februari 2007
  • Tebal: 600 halaman
Saya suka novel-novelnya John Grisham sejak kuliah S-1. Entah kapan saya mulai menyukainya. Apakah setelah dipinjami seorang teman atau secara tidak sengaja saya menemukannya di perpustakaan. Yang jelas, sejak saat itu, hampir semua novel Grisham sudah saya baca. Bahkan beberapa judul saya mengoleksinya.

Padahal, membeli buku fiksi baru adalah sesuatu yang selalu saya hindari. Karena saya berpikir, cukup sekali membaca buku fiksi, tidak perlu dibaca ulang. Namun, tentu selalu ada pengecualian.

Sekadar informasi, hampir semua novel-novel Grisham telah difilmkan. Ada beberapa yang meledak dan menjadi favorit saya, seperti Pelican Brief yang dibintangi oleh si cantik Julia Roberts.

Seluruh cerita novel Grisham berkutat di masalah pengadilan, argumentasi hukum, biro hukum, fakultas hukum, penjara, jaksa dan pembela. Tema semacam ini jadi menarik karena pengadilan di Amerika menggunakan sistem juri. Jadi siapa yang berhasil meyakinkan juri, dialah yang akan memenangkan perkara. Menarik untuk mengikuti bagaimana si tokoh merancang strategi agar menang di meja hijau. Bagaimanapun, akhir-akhir ini, saya justru mulai bosan dengan cerita-cerita Grisham.

Baru, seminggu lalu saat ke perpustakaan, saya menemukan novel The Broker. Ini karya baru Grisham yang terbit dalam bahasa aslinya pada 2005 dan dialihbahasakan ke Indonesia pada 2007. Menimbang-nimbang sebentar, akhirnya saya membawanya pulang. Toh sudah lama tidak membaca novel Grisham. Buat tombo kangen, hehehe.

Ternyata, keputusan saya tidak salah. The Broker seperti bukan tulisan Grisham. Saya sampai berkali-kali meyakinkan, apa benar ini pengarangnya Grisham? Meski awalnya ada tema hukumnya, namun secara keseluruhan ceritanya adalah tentang spionase dengan detail-detail penggambaran kota-kota di Eropa, khususnya Kota Bologna, Italia.

Ini mengingatkan saya pada karya-karya pengarang yang jadi favorit saya terakhir, Dan Brown, seperti Da Vinci Code, Angel & Demon, dan lainnya. Hampir sama. Meski tidak sedetail penggambaran kota yang dilakukan oleh Brown, tapi lumayan juga untuk mengenal Bologna.

The Broker bertutur tentang seorang pemilik biro hukum yang melakukan penjualan software satelit teknologi tinggi ke pihak asing. Namun sebelum terjual, aktivitasnya terendus CIA. Dia ditangkap. Tapi badan intelijen Amerika itu penasaran juga siapa sebenarnya yang berminat dengan software ini, sehingga tokoh utama dibebaskan sebagai umpan. Cerita selanjutnya menggambarkan bagaimana si protagonis membebaskan diri sebagai pancingan dan berusaha membersihkan namanya.

Bila Anda penyuka novel-novelnya Dan Brown, jangan lewatkan novel ini. Begitu pula bila Anda penyuka thriller ala Frederick Forsyth atau ala James Bourne. The Broker akan membuat Anda terus membaca tanpa berhenti. [TSA, 22/8/2015 pagi]

*Mochamad Yusuf dapat ditemui di mochyusuf@gmail.com

1 comment :

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.