Pameran Militer di Halaman Rektorat Unair Kampus C

Sunday, September 6, 2015

Pameran Militer di Halaman Rektorat Unair Kampus C


- Oleh Rie Yanti

Bekerja sama dengan TNI, khususnya Kodam V/Brawijaya, Universitas Airlangga (Unair) mengadakan Pameran Alutsista 2015 sejak kemarin hingga hari ini. Lokasinya di pelataran Gedung Rektorat di Kampus C Unair, Mulyorejo. Melalui event ini, TNI bermaksud mempublikasikan perkembangan alat utama sistem senjata (alutsista) mereka sebagai pertanggungjawaban anggaran negara terhadap belanja militer.

Selain itu, tujuan lainnya adalah menyinergikan kampus (dalam hal ini Unair dan segenap civitas akademikanya) dengan TNI (dalam hal ini Kodam, Kostrad, dan beberapa satuan komando dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara lain yang terlibat). Unair sendiri sebenarnya sedang punya gawe, yaitu Dies Natalis ke-61. Sehingga acara ini dimasukkan dalam rangkaian agendanya.

Pameran Alutsista TNI terbuka untuk umum dan—tentu saja—mahasiswa. Siapapun bisa masuk. Lokasi pameran tersebar di halaman, panggung dan bivak (yang didirikan di pelataran Gedung Rektorat), dan di dalam gedung. Semuanya menarik untuk dikunjungi.

Namun yang mendebarkan, bagi saya, adalah atraksi yongmoodo (beladiri khas militer asal Korea). Diperagakan oleh sekelompok dari Batalyon Infanteri (Yonif) dari Malang yang menamakan diri Marabunta (semut merah). Setelah peragaan “senam” yang agak membosankan, hadirin disuguhi pertunjukan laga teatrikal.

Tiga pemuda mabuk diceritakan suka memalak masyarakat. Tapi, kali ini, mereka memalak orang yang salah. Terjadilah baku hantam yang seru. Seperti menonton film The Raid atau membaca novel Tiga Sandera Terakhir saja. Cuma bedanya, ini terjadi tepat di depan mata saya. Keren!

Masyarakat menyambut antusias pameran ini. Sejak parkiran Rumah Sakit Unair, massa sudah menyemut. Sebab selain memamerkan alat-alat perang, teknologi terbaru buatan Pindad, kendaraan taktis (rantis), ada pula panggung besar yang menyajikan tari-tarian, atraksi yongmoodo, musik, dan lain-lain. Para performer merupakan gabungan dari prajurit TNI, mahasiswa Unair, dan artis.

Alutsista yang dipamerkan (dan boleh dinaiki untuk ber-selfie ria) seperti Tank Leopard 2A4, Tank Marder, Tank Scorpion Canon 90, Tank Stormer, Panser Anoa, Panser Panhard, Panser Tarantula, juga produk lokal seperti Tank Anoa, Tank Komodo, Tank Panser, serta berbagai macam senapan serbu serta artileri.

Diharapkan dari acara bertajuk “Satu Hati, Satu Cinta, TNI untuk Indonesia” ini timbul kebanggaan dan cinta masyarakat terhadap TNI. Juga agar pihak perguruan tinggi tergerak untuk mengembangkan teknologi atau ilmu pengetahuan di bidang sistem pertahanan, keamanan, dan pengobatan (karena penyakit dan bencana alam juga termasuk “musuh” TNI).

Memang, sudah saatnya, kita memproduksi sendiri alutsista dan rantis kita. Sudah saatnya alih teknologi kemiliteran dipercepat. Sehingga, kebutuhan impor persenjataan dan kendaraan perang kita tidak perlu sebesar sekarang.

Hari TNI masih 5 Oktober. Tapi bolehlah saya mengucap, “Bravo TNI!”

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.