Pura-pura Order Katering, Lalu Bawa Lari Ponsel

Monday, May 16, 2016

Pura-pura Order Katering, Lalu Bawa Lari Ponsel


Pemilik katering rentan juga terkena penipuan (Sasa Darfika/hanya ilustrasi)
- Oleh Win Andriyani

Hati-hati bagi Anda yang memiliki usaha berupa stan, toko, atau rumah. Karena ada modus baru yang mungkin tak pernah Anda bayangkan sebelumnya. Korban di sini hanya kehilangan ponsel pintar. Tapi sejak ponsel pintar menyimpan banyak informasi pribadi maupun data pelanggan, tentu nilainya jauh lebih mahal dari sekadar bandrol ponsel itu.

Korban di sini adalah pengusaha katering level menengah. Sedangkan pelakunya adalah orang yang berpura-pura memesan katering tersebut. Begini modusnya....

Pertama, pelaku datang ke TKP. Dia mengorder sejumlah nasi kotak untuk atasannya. Pelaku juga meminta nomor ponsel sang pemilik sekaligus yang melayaninya. Dalihnya, "Biar bos saya nanti yang menelepon dan bernegosiasi harga."

Begitu mendapat nomor itu, pelaku pamit pulang. Tidak lama kemudian, dia balik lagi mau memberi uang muka. Si pemilik katering tentu girang. Tapi di sela-sela percakapan basa-basi pelaku, ada telepon masuk. "Nah, mungkin itu dari bos saya," info si pelaku.

Telepon diangkat. Benar saja, itu dari "atasannya" (yang sangat mungkin adalah komplotannya). Orang di seberang mengaku mau datang sendiri, saat itu juga. Dia bertanya-tanya arah.

Si pelaku berinisiatif membantu menjelaskan arah menuju lokasi katering. Ponsel pun dipegangnya. Dengan dialog yang diatur sedemikian rupa, pelaku keluar ke jalan, seakan-akan dia sedang memberi petunjuk jalan untuk bosnya.

"Ada plang tulisan Pusat Oleh-oleh? Bukan itu! Ini katering biasa, gak ada plang apa-apa.... oh... Itu gang sebelahnya, Bos... Ya, ya... pom bensin belok kiri sudah? Sip, berarti udah deket. Eh, tunggu, suaranya putus-putus, Bos! Tunggu, saya keluar..." kira-kira begitu dialognya.

Dia terus bicara sambil berjalan semakin jauh dari lokasi. Korban mungkin sudah curiga, tapi membiarkan saja lantaran merasa pelaku menjauh untuk mencari sinyal yang bagus atau hendak menyambut bosnya di depan gang.

Namun, apa yang terjadi berikutnya? Ditunggu berjam-jam pun si pelaku tidak kembali. Ponsel itu akhirnya resmi dinyatakan raib dicuri.

Sebuah modus yang sederhana. Tapi Anda sendiri pasti sesak juga kalau terkena tipu dengan modus semacam ini, bukan? Maka, waspadalah, waspadalah!

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.