[Humor] Cuma Tugas Kuliah

Wednesday, June 15, 2016

[Humor] Cuma Tugas Kuliah


Cuma Tugas Kuliah
Suatu hari, Kentang Ketintang mencari buku di perpustakaan Universitas Wufi. Sudah mendapat beberapa buku yang sekiranya sesuai dengan tema tugas akuntansinya, dia pun berniat mencari duduk untuk membacanya. Tapi, perpustakaan siang itu sedang penuh sesak. Satu-satunya kursi kosong ada di sebelah seorang mahasiswi cantik yang dia kenal tapi tak begitu akrab, Kenes Monica.

“Asyiiiik!” batin Kentang.

Namun demi sopan santun, Kentang meminta izin dulu ke gadis itu. Dengan volume suara pelan (karena di perpus memang tidak boleh berisik), dia mendekat dan bertanya, "Kenes, tempat duduk sebelahmu kosong? Boleh aku duduk di situ?"

Di luar dugaan, Kenes menjawab dengan suara yang keras. “Loe mau ngajak gue tidur di kos-kosan loe? Ngaca, dong! Nggak sopan banget, sih, lo! Emang gue cewek apaan?”

Dihardik begitu, Kentang langsung blingsatan mati gaya. Senyum kecutnya mengembang terpaksa. Wajahnya langsung merah-ungu. Seantero perpustakaan menoleh kepadanya dengan pandangan marah dan jijik.

Kentang pun melipir. Tidak mau urusan ini jadi panjang dan lebar, dia memutuskan membaca buku sambil berdiri saja di depan rak buku.

Astaghfirullah...” dia geleng-geleng kepala. Jantungnya masih berdebar-debar karena marah. Sekaligus takut kalau orang-orang di perpustakaan menghajarnya karena tudingan palsu Kenes.

Beberapa menit kemudian, Kenes menghampiri Kentang. Dia tersenyum sopan. “Sori, Tang, aku tadi lagi eksperimen buat mata kuliah Psikologi. Aku lagi mengamati gimana reaksi cowok kalau dia dipermalukan di depan publik. Maaf kalau tadi sempat heboh dan bikin syok. Hehehe…."

Dada Kentang masih bergemuruh. Tentu saja dia tidak menerima permintaan maaf itu begitu saja. Kentang pun langsung menjawab dengan setengah berteriak. "HAAAHHH? Lima ratus ribu? Mahal amat, Mbak. Emang situ artis? Enak aja! Temen-temen gue bilang tarif loe cuma seratus ribu, kok! Ya segitu aja. Gue nggak bakal bayar lebih!"

Gantian, kali ini wajah Kenes yang bersemu merah seperti kepiting rebus. Para pengunjung perpustakaan melototi gadis itu dengan pandangan marah dan jijik.

Setelah keadaan perpus kembali normal, Kentang berbisik, “Sori, Nes. Aku lagi ada tugas mata kuliah akutansi. Kata dosenku, aku disuruh membuat kondisi balance. Maaf ya kalau barusan heboh dan bikin kaget. Hehehe...”

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.