Cara Mengelola Blog Korporat

Cara Mengelola Blog Korporat

Awalnya, blog memang cenderung dimanfaatkan oleh individu sebagai semacam buku harian online. Siapapun, kecuali diatur lain, dapat melihat dan mengomentarinya. Buku harian ini bisa disusun berdasarkan kategori dan dengan penanggalan yang jelas. Lantaran kebebasan dan kenyamanan penggunaannya, juga karena kemudahan orang lain membaca serta mengomentari tulisan (berinteraksi), banyak yang menyukai platform ini.

Dalam perkembangan berikutnya, blog akhirnya dimanfaatkan sebagai salah satu kekuatan content marketing. Konsep "blog korporat" pun muncul setelah blog individu menjadi sedemikian populer.

Blog jenis ini ditulis, dipublikasikan, serta didukung oleh perusahaan atau organisasi. Fungsinya pun lebih mengarah kepada kepentingan profesional, antara lain:
  • Memperkuat hubungan antara perusahaan dengan target pasar.
  • Mengokohkan positioning perusahaan sebagai ahli di bidangnya.
  • Memfasilitasi komunikasi antarkaryawan.
  • Memanusiakan perusahaan. Saat orang tahu ada manusia (bukan sekadar mesin penjawab) di situs web perusahaan, urusan membangun kepercayaan menjadi lebih mudah, bukan?
  • Menyerap ide perbaikan atau inovasi produk atau jasa. Meskipun ide ini mungkin berasal dari kritikan pedas, komplain, atau keluh kesah yang masuk melalui blog.
Dalam komunitas bloger, berlaku aturan tak tertulis: "sekali blogging, harus tetap blogging" dan "blog buruk lebih buruk dari tak punya blog". Jadi, sekali memutuskan mempunyai blog korporat, dibutuhkan komitmen untuk serius dan terus mengisi blog tersebut dengan konten-konten secara rutin.

Untuk blog individu, kita bisa mengisinya dengan apa saja. Mulai dari hal-hal galau sampai puisi, mulai dari pengalaman traveling ke Maluku sampai opini politik. Nah, untuk blog korporat, kita harus mengisinya dengan apa? Tentu saja hal-hal yang sejalan dengan visi-misi perusahaan dan fungsi blog korporat yang bersangkutan!

Oleh sebab itu, sebelum memutuskan membangun dan mengelola blog korporat, tentukan dulu:
  1. Target pembaca. Apakah blog memang cara yang tepat untuk menjangkau target pasar? Apakah mereka orang-orang yang memiliki jaringan internet dan terbiasa browsing?
  2. Bujet. Misalnya untuk membeli templat blog, plugin-plugin-nya, pelatihan blogging, honor bloger atau narablog, biaya hosting dan domain. Meskipun blog gratisan punya keunggulan tersendiri, sangat disarankan untuk membeli hosting dan domain sendiri. Atau setidaknya, gunakan subdomain dari situs web perusahaan Anda.
  3. Strategi. Apa tujuan spesifik Anda memasuki blogosfer (dunia blog)? Bagaimana mengukur hasil dan efektivitasnya nanti?
  4. Pemikiran yang sama. Pastikan semua tim bekerja selaras, yakni antara tim pemasaran, produksi, customer support, dan para bloger.
  5. Keterlibatan Divisi PR atau Marketing. Banyak blog korporat gagal berkembang karena konten-kontennya ternyata masih terlalu kental berita-berita perusahaan yang tidak ada hubungannya dengan publik. Siapa yang mau membaca hal-hal semacam itu? Jika terpaksa harus berjualan di blog korporat, gunakan pendekatan soft selling.
  6. Bloger. Berapa bloger yang dibutuhkan? Bloger yang dipekerjakan nanti adalah spesialis atau generalis (yang bisa menulis bermacam tema)? Yang jelas, pastikan selain terampil menulis, sang bloger mampu berdiskusi dengan publik layaknya seorang kawan.
  7. Posts. Buatlah kalender editorial untuk menentukan tema dan frekuensi blogging. Dan jangan lupa, blog korporat tetap harus ditulis dengan gaya berita kepada kawan, bukan berita kepada konsumen.
  8. Kebijakan mengedit. Hindari proses editing yang rumit, menyita waktu, dan birokratis (melalui beberapa meja dulu sebelum tayang). Sebab, karakteristik blog adalah dinamis dan cepat.
  9. Kebijakan komentar. Tujuan blog korporat ialah melayani percakapan dua arah antara perusahaan dan pelanggan. Jadi izinkanlah pembaca berbagi opini secara egaliter. Meniadakan kolom komentar atau memoderasi komentar secara ketat hanya akan membuat blog Anda pelan-pelan ditinggalkan pembaca.
  10. Promosi. Target audiens perlu diberi tahu bahwa blog ada untuk mereka. Selain promosi terang-terangan, bloger hendaknya berpartisipasi dalam percakapan yang sedang happening di ranah daring yang lain (situs web lain, forum, dan sebagainya), tentu saja yang masih berkaitan dengan industrinya.
  11. Pengukuran. Tim blog harus menetapkan parameter kesuksesan blog korporat, seperti jumlah pengunjung bulanan, komentar, link balik, pelanggan feed, dan lain-lain.
Yang tidak kalah penting adalah prinsip OVA (Originality, Value, dan Authority) dalam setiap konten blog. Originality maksudnya jangan copy-paste, karena itu buruk, baik di mata pembaca maupun search engines. Value mengharuskan Anda bertanya kepada diri sendiri, "Apa pembaca dapat nilai tambah dengan membaca tulisan ini?" Sedangkan Authority menuntut Anda untuk menulis sesuai keahlian, supaya blog punya warna yang khas dan tegas.

Memang, dibutuhkan komitmen bagi perusahaan Anda untuk menciptakan blog korporat sebagai salah satu strategi content marketing. Jika usaha ini sukses, brand Anda pasti lebih dicintai. Selamat mencoba!

- Tulisan Brahmanto Anindito

Comments