Buku yang Tidak Biasa dari John Grisham

  • Judul: The Broker (Sang Broker)
  • Genre: Thriller hukum
  • Pengarang: John Grisham
  • Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
  • Terbit: Februari 2007
  • Tebal: 600 halaman
Saya suka novel-novelnya John Grisham sejak kuliah S-1. Entah kapan tepatnya. Apakah setelah dipinjami seorang teman atau secara tidak sengaja menemukannya di perpustakaan. Yang jelas, sejak saat itu, hampir semua novel Grisham saya baca. Bahkan saya mengoleksi beberapa judul di rumah.

Padahal, membeli buku fiksi baru adalah sesuatu yang selalu saya hindari. Karena saya berpikir, cukup sekali membaca buku fiksi, tidak perlu dibaca ulang. Namun, tentu selalu ada pengecualian.

Sekadar informasi, hampir semua novel-novel Grisham telah difilmkan. Ada beberapa yang meledak dan menjadi favorit saya, seperti Pelican Brief yang dibintangi oleh si cantik Julia Roberts.

Seluruh cerita novel Grisham berkutat di masalah pengadilan, argumentasi hukum, biro hukum, fakultas hukum, penjara, jaksa dan pembela. Tema semacam ini jadi menarik karena pengadilan di Amerika menggunakan sistem juri. Jadi siapa yang berhasil meyakinkan juri, dialah yang akan memenangkan perkara. Menarik pula untuk mengikuti bagaimana si tokoh merancang strategi agar menang di meja hijau. 

Bagaimanapun, akhir-akhir ini, saya justru mulai bosan dengan cerita-cerita Grisham.

Sampai seminggu lalu, saat ke perpustakaan, saya menemukan novel ini. The Broker adalah karya baru Grisham yang terbit dalam bahasa aslinya pada 2005 dan dialihbahasakan ke Indonesia pada 2007. Menimbang-nimbang sebentar, akhirnya saya membawanya pulang. Toh, sudah lama saya tidak membaca novel Grisham. Buat tombo kangen, hehehe.

Ternyata, keputusan saya tidak salah. The Broker seperti bukan tulisan Grisham. Saya sampai berkali-kali meyakinkan dan melihat sampulnya, apa benar pengarangnya John Grisham? Betapa tidak, meski awalnya bertema hukum, tetapi secara keseluruhan ceritanya adalah tentang spionase dengan detail-detail penggambaran kota-kota di Eropa, khususnya Kota Bologna, Italia.

Ini mengingatkan saya pada karya-karya pengarang favorit saya lainnya, Dan Brown, seperti Da Vinci Code, Angel & Demon, dan lainnya. Hampir sama. Walau tidak sedetail penggambaran kota yang dilakukan oleh Brown, tetapi lumayan juga untuk mengenal Bologna.

The Broker bertutur tentang seorang pemilik biro hukum yang melakukan penjualan peranti lunak (software) satelit teknologi tinggi ke pihak asing. Sayangnya, sebelum terjual, aktivitasnya terendus oleh CIA. Dia ditangkap.

Namun, badan intelijen Amerika itu penasaran juga siapa sebenarnya yang berminat dengan peranti lunak tersebut, sehingga tokoh utama akhirnya dibebaskan sebagai umpan.

Cerita selanjutnya menggambarkan bagaimana si protagonis membebaskan diri sebagai pancingan dan berusaha membersihkan namanya.

Bila Anda penyuka novel-novel Dan Brown, jangan lewatkan novel The Broker. Begitu pula bila Anda penyuka thriller ala Frederick Forsyth atau James Bourne. The Broker akan membuat Anda terus membaca tanpa berhenti.


Tulisan: Mochamad Yusuf, penggemar buku, YouTuber, dosen, dan pembicara Google Gapura Digital

Comments

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.