3 Jenis Pencari Uang di YouTube

3 Jenis Pencari Uang di YouTube

YouTube sedang menjadi tren. Bukan hal baru sebenarnya orang menyukai media audiovisual. Namun, hadirnya YouTube benar-benar mendisrupsi zaman dan cara orang menonton. Bukan hanya karena konten-kontennya gratis, melainkan juga siapapun dapat menjadi “stasiun televisi” di YouTube. Siapapun bisa memproduksi acara… dan menghasilkan uang!

Sebenarnya, ada bermacam-macam motivasi orang untuk menjadi pemilik Kanal YouTube atau YouTuber. Mulai dari sekadar ikut tren, mendokumentasikan kegiatan-kegiatannya, memberi ilmu, sampai murni mencari nafkah.

Nah, khusus untuk pengais rezeki dari YouTube inilah yang hendak kita bahas di sini. Tahukah Anda, ada setidaknya tiga jenis pencari uang di YouTube. Inilah dia:

1. YouTuber Penghibur

Mereka banting tulang membangun kanalnya agar populer, ditandai dengan banyaknya subscriber, likes dan komentar di setiap video, serta angka watch time (yang tidak bisa dilihat selain oleh pemilik kanalnya).

Dari popularitas tersebut, mereka mendedikasikan video-videonya untuk tempat menayangkan iklan-iklan (Adsense) dari produk orang lain. Ya, termasuk iklan-iklan dari kompetitornya, jika mereka memiliki kompetitor.

Seringnya, meskipun tidak selalu, tidak ada nilai yang ingin dibangun dari konten-konten YouTuber semacam ini, selain agar bisa dan jauh lebih populer, dalam tempo sesingkat mungkin.

2. YouTuber Broker

Biasanya, YouTuber jenis ini mencari uang dengan cara bermain afiliasi. Melalui konten-konten videonya, mereka mengarahkan penontonnya untuk membeli produk tertentu yang direkomendasikannya.

Misalnya, seorang YouTuber adalah fotografer profesional dan kanalnya tentang fotografi, ia akan membahas kamera tertentu lalu memberikan tautan afiliasi di Amazon.com. Setiap ada yang membeli kamera tersebut melalui tautannya, ia akan memperoleh komisi.

Berbeda dengan YouTuber jenis pertama, broker biasanya seorang ahli di satu bidang dan mungkin sudah terkenal di luar YouTube. Ada nilai yang ingin dibangun di konten-kontennya. Namun, umumnya itu adalah nilai dari produk-produk yang direkomendasikannya. Bukan nilai-nilainya sendiri.

3. YouTuber Entrepeneur

Mereka memiliki bisnis atau brand di luar YouTube. Jadi, kanal YouTube-nya "hanya" difungsikan sebagai bagian dari strategi marketing kontennya. Melalui video-videonya, mereka ingin menyampaikan nilai-nilai tertentu dari brand tersebut.

Dari mana YouTuber ini memperoleh uang? Tidak secara langsung. Sebab, YouTube mereka fungsikan sebagai alat untuk membangun brand, memberi manfaat, dan mendekatkan diri kepada konsumen maupun calon konsumennya. Ketika loyalitas brand sudah terbentuk, orang-orang takkan ragu membeli dari brand tersebut. Itulah sumber uangnya.



Semua kategori YouTuber di atas dapat menghasilkan uang dan berpotensi kaya. Namun, yang berkelanjutan untuk jangka panjang sepertinya hanya YouTuber tipe ketiga. Pun, kategori ketiga lebih santai dalam menyikapi setiap perubahan algoritma YouTube. Sebab, mereka berfokus pada nilai brandnya sendiri, untuk disampaikan ke manusia, bukan ke mesin (algoritma YouTube).

Semoga tulisan singkat ini dapat membuka mata kita semua. Bukan saja mengenai jenis-jenis YouTuber komersial, tetapi juga menjaga kita dari terlalu dini menyimpulkan. Misalnya, pemasukan kanal YouTube dengan 10.000 subscriber pasti lebih besar dari kanal yang hanya 1.000 subscriber.

Tidak selalu. Belum tentu. Hanya pemilik kanal itu dan Tuhan yang tahu. Tergantung melalui jalur apa mereka mendulang uang.

- Tulisan: Alva Altera

Comments