Google Akhirnya Takluk oleh Memex?

Thursday, February 19, 2015

Google Akhirnya Takluk oleh Memex?


Memex: search engine baru pesaing Google
Memex: search engine baru pesaing Google
- Oleh Arta Nusakristupa

Hm, nama search engine ini seperti cari perkara ya. Tapi, karena pembuatnya bukan orang Indonesia, maklumi sajalah. Memex sebenarnya adalah akronim dari memory extender. Konon, search engine buatan Pentagon, Departemen Pertahanan Amerika Serikat, ini kandidat kuat yang mampu menjungkalkan Google dari tahtanya sebagai raja search engine. Wah, seru nih! Apa alamat search engine Memex ini? Apa nama domainnya?

Belum, Memex belum diluncurkan. Apakah Memex.com, Memex.net, Memex.gov atau lainnya, entahlah. Saat ini, Memex sendiri masih berupa prototipe.

The Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), lembaga riset Pentagon, sudah setahun ini menggarapnya, dan mungkin masih akan terus asyik mengutak-atik Memex hingga dua tahun ke depan. Fokus pengembangan search engine ini ialah melacak informasi terdalam dan tergelap di internet yang tak terjangkau oleh search engine yang ada saat ini.

DARPA mengklaim, sebenarnya ada banyak sekali halaman web yang tak muncul di SERP (Search Engine Result Page) saat ini. Mereka memperkirakan jumlahnya mencapai 900 milyar halaman. Nah, ratusan milyar halaman yang tak terekspos itu hanya bisa “diangkat” ke permukaan oleh si Memex. Agar yang gelap-gelap dan terselempit bisa terlihat semua.

Search engine ini sendiri telah dijajal keampuhannya oleh aparat Kota New York untuk mengungkap kasus perdagangan manusia, prostitusi online, dan terorisme.

Biasanya, pelaku kejahatan memang sengaja membuat webnya tak gampang diindex oleh search engine umum. Itulah target utama Pemerintah Amerika Serikat dalam mendanai Memex hingga 250 milyar rupiah.

Hebatnya, SERP Memex diklaim tidak dipengaruhi oleh pemasang iklan maupun sistem rank apapun. Suka atau tidak, search engine seperti Google dan Bing memang bertujuan komersial dan diperkirakan hanya mampu mengindeks 5% saja dari pelosok-pelosok terdalam dunia maya.

Sementara Memex dirancang untuk menjelajah 95% informasi yang cenderung tak terindeks di internet. Apakah ini justru berpotensi melanggar privasi? Entahlah. Kita lihat saja nanti.

Yang pasti, perbedaan utama dengan search engine yang mainstream, Memex menyajikan SERP dalam bentuk infografis yang canggih. Seperti apa persisnya? Saya sendiri penasaran.

Menurut DARPA, Memex nantinya akan bermanfaat besar bagi pemerintah dan militer. Perusahaan-perusahaan tertentu pun dapat memanfaatkannya untuk menganalisis pasar, kekuatan sebuah tempat atau perusahaan lainnya, dan sebagainya. Memex bisa pula digunakan untuk membongkar penipuan, hal-hal ilegal maupun jaringan terorisme.

Wah, rasanya saya semakin tidak sabar menunggu kehadiran Memex satu ini. Semoga tidak jadi guyonan bagi orang Indonesia. Bukan karena namanya (meskipun ini berpotensi menimbulkan gelak tawa juga), melainkan bila kemampuannya ternyata kurang sesuai dengan gembar-gembornya. Google pun ikut terbahak-bahak bila memang seperti itu.

1 comment :

  1. mau komentar juga malu klo nyebutin namanya,risih gitu. nama mesin pencari kok mirip 'kue serabi' gitu, kayak gak ada nama lain aja.

    ReplyDelete

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.