7 Alasan Anda Merasa Cepat Lapar

Monday, November 30, 2015

7 Alasan Anda Merasa Cepat Lapar


- Oleh Win Andriyani

Mungkin Anda pernah atau sedang mengalaminya. Nafsu makan menjadi tinggi, mudah lapar, dan mudah lemas. Baru saja menyantap makan siang porsi normal, satu jam berikutnya, Anda sudah lapar kembali. Ada apa ini sebenarnya? Tak perlu cemas, semua bisa ditelusuri dan dicarikan solusinya. Bisa jadi, keadaan tersebut disebabkan beberapa faktor berikut ini:

(1) Tidak atau kurang sarapan

Salah mengonsumsi makanan di pagi hari dapat berdampak pada pola makan seharian. Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2013 menunjukkan, melewatkan sarapan atau sarapan terlalu sedikit mendorong kita untuk ngemil terlalu banyak. Akibatnya, pola makan pun menjadi kacau dan tidak tertib.

(2) Makanan kurang protein dan karbohidrat

Bila asupan protein untuk tubuh tak terpenuhi, wajar saja kalau Anda terus merasa lapar. Maka, makanlah makanan tinggi protein seperti ikan, telur, dan daging. Makanan semacam ini akan membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Begitu pula kekurangan mengonsumsi karbohidrat (nasi atau beras, mie, roti, dan sebagainya), bisa berakibat kita tak bertenaga dan cepat lapar. Namun hati-hati, karbohidrat pun mengandung gula, jadi jangan mengonsumsinya berlebihan.

(3) Stres

Kondisi stres yang bersifat sementara, misalnya menjelang presentasi penting, biasanya akan menekan nafsu makan Anda. Tapi bila kondisi ini berkelanjutan, nafsu makan justru akan melonjak. Stres memicu hormon kortisol. Dan hormon ini, jika berlebihan, berpotensi menciptakan kebutuhan tubuh untuk mengonsumsi gula secara terus-menerus, sehingga Anda akan bolak-balik merasa lapar.

(4) Kurang berolahraga

Olahraga memang membuat kita gampang lapar, lantaran kalori yang terkuras setelah kegiatan tersebut. Namun, tidak demikian jika kita sudah terbiasa. Olahraga justru akan menurunkan level hormon ghrelin, menurunkan tingkat stres yang bisa meningkatkan nafsu makan Anda, dan pada gilirannya, menambah energi. Membuat kita tidak lagi mudah lapar. Selain itu, olahraga adalah resep yang jitu untuk mencegah banyak penyakit berat manusia.

(5) Tidur tak cukup

Anda insomnia? Suka begadang? Itu termasuk salah satu faktor yang menyebabkan tubuh cepat merasa lemas dan lapar. Metabolisme tubuh bekerja lebih keras dibanding ketika kita tidur. Maka jika Anda melekan, apalagi untuk melembur sesuatu yang menguras pikiran, tubuh akan menuntut untuk diberi makanan ekstra. Jauhi hal-hal semacam ini. Bagaimanapun bergizinya makanan Anda dan vitamin yang Anda konsumsi, tetap jauh lebih baik jika Anda cukup tidur.

(6) Faktor lingkungan

Jangan remehkan faktor psikis ini. Ketika teman-teman kantor Anda doyan makan dan selalu sedia makanan di meja kerja, cepat atau lambat, Anda pasti akan tergoda untuk mencomot makanan itu atau membeli makanan lebih banyak. Makan dengan piring besar pun dapat membuat Anda berhasrat untuk memenuhi piring tersebut dengan makanan, yang artinya mendorong Anda untuk makan lebih banyak. Antisipasilah faktor-faktor eksternal semacam ini.

(7) Gejala diabetes

Ini barangkali kemungkinan yang paling berat. Tapi tetap bisa diantisipasi. Teorinya, pada kondisi normal, insulin (hormon pengatur karbohidrat dan lemak) kita aktif mengubah nutrisi menjadi sumber tenaga di otot (glikogen). Tapi pada pengidap diabetes, insulin tidak bekerja. Tenaga yang dihasilkannya pun kurang. Akibatnya, tubuh merasa lemas. Keadaan ini diterjemahkan oleh otak sebagai sinyal lapar dan haus.

Maka anjurannya, kurangilah hal-hal yang menyebabkan diabetes. Mulailah hidup sehat. Sayangi tubuh Anda selagi sempat. Jika keluhan berlanjut, tentu saja, hubungi dokter.

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.