Pelacuran Surabaya: Ditekan secara Fisik, Malah Menjamur secara Online

Sunday, May 12, 2013

Pelacuran Surabaya: Ditekan secara Fisik, Malah Menjamur secara Online


Salah satu sudut prostitusi di Surabaya
- Oleh Ihsan Maulana

Di Surabaya, prostitusi sudah ada jauh sebelum kota ini menjadi pusat perdagangan Indonesia Timur. Jaringan prostitusi menjadi semakin menggurita saat seorang menir Belanda bernama Dolly, yang awalnya adalah seorang PSK kelas kakap di kawasan Eropa Surabaya (di daerah Jembatan Merah), memutuskan menjadi seorang mucikari. Dia mendirikan sebuah wisma di daerah yang sekarang dikenal sebagai Gang Dolly.

Usaha Tante Dolly berkembang dengan menjamurnya wisma-wisma yang didirikan para mucikari lain di sekitar Gang Dolly. Tempat ini kemudian menjadi lokalisasi kelas utama di Surabaya. “Barang” (sebutan untuk pelacur di lokalisasi Dolly) di sana pun terhitung segar dan muda-muda.

Demi kepraktisan, para aktivis Dolly tinggal di kampung dekat Gang Dolly, namanya Kampung Jarak. Para penjaja seks ini pun lambat laun memenuhi Kampung Jarak, hingga sulit untuk membedakan mana yang rumah PSK dan mana yang bukan. Para warga sampai memasangi tulisan “Rumah Tangga” di atas pintunya.

Kampung ini sekarang kita kenal dengan nama kawasan lokalisasi Jarak yang dalam administrasi ke-lokalisasi-an masih masuk menjadi satu dengan Dolly. Saat ini, yang dimaksud lokalisasi Dolly adalah lokasisasi di wisma depan dari Jl. Putat Jaya yang bisa dilalui oleh mobil.

Sedangkan yang disebut dengan lokalisasi Jarak adalah wisma-wisma yang ada di dalam gang-gang kampung dan untuk mencapainya kita perlu berjalan kaki karena lebar jalannya dua meter saja. Jadilah ia wisata seks yang terkenal.

Dengan tarif murah, terjangkau, lokalisasi kemudian hari berkembang pesat di Surabaya. Dalam pengamatan saya, setidaknya ada 30 titik. Beberapa di antaranya yaitu Dolly, Jarak, Kremil, Bangunsari, Moroseneng, Embong Malang, Demak, Rel Sepur, Jagir, Pattaya, Dupak, Pangsud, Sengseng, Kembang Kuning, Diponegoro, dan Kramat Gantung.

Menurut laporan Harian Jawa Pos, jumlah penguni wisma di Dolly dan Jarak berkurang dari tahun sebelumnya. Begitu pula di lokalisasi Kremil. Bahkan belakangan, Wali Kota Surabaya Tri Risma melakukan serangkaian gerakan untuk menutup lokalisasi-lokalisasi lagendaris di kota buaya ini. Beberapa gerakan mutakhir adalah penutupan lokalisasi Kremil dan Bangunsari.

Namun jika ditelisik lebih jauh, berkurangnya para penghuni Dolly dan Kremil rasanya lebih karena tak bisa dilokalisirnya para pekerja seks komersial akibat seiring berkembangnya teknologi komunikasi. Para pramunikmat hari ini tidak perlu lagi mangkal di lokalisasi hanya untuk mendapatkan klien. Mereka cukup tinggal di kos atau rumah dan menerima pesanan lewat telepon, chatting, atau BBM.



Sebagian dari mereka biasa mangkal di tempat-tempat umun seperti mal, diskotik, nightclub dan memiliki kode-kode tertentu yang hanya diketahui oleh sesama PSK dan para hidung belang. Mereka ini biasanya dikenal juga dengan cewek panggilan atau perek.

Transaksi pun tak lagi dilangsungkan via tatap muka, tapi bisa dilayani online, untuk kemudian dieksekusi via jumpa darat. Parahnya, cara seperti ini dianggap lebih elegan dan menjual. Di Dolly, harga PSK dipatok 200 ribu. Via phone, satu kali kencan bisa mencapai jutaan rupiah untuk one nite service.

Sehingga selain upaya penutupan lokalisasi, kalau Pemkot memang niat menyusutkan angka pelacuran, perlu juga dibuat seperangkat kebijakan dan political will untuk mencegah prostitusi terselubung. Ambil contoh, saat ini menemukan PSK di bawah umur bukan lagi perkara yang sulit.

Belum lagi layanan private sex yang suka atau tidak suka sudah disediakan oleh pengelola hotel di berbagai wilayah Surabaya. Tanpa political will yang kuat, upaya penutupan lokalisasi hanya akan mempercepat prostitusi mempunyai wajah baru dan tak lagi terkendalikan.

1 comment :

  1. Para penghuni dolly sekarang berpindah tempat dari kampung jarak ke kampung 'faceb00k'..

    ReplyDelete

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.