Pacaran dengan Rekan Kantor? Pertimbangkan Masalah-masalah Ini

Sunday, June 22, 2014

Pacaran dengan Rekan Kantor? Pertimbangkan Masalah-masalah Ini


Pacaran dengan teman kantor? Asyik sih, tapi...
Pacaran dengan teman kantor? Asyik sih, tapi...
- Oleh Alva Altera

Jodoh bisa ada dimana-mana, termasuk di kantor Anda sendiri. Beberapa perusahaan memang secara terang-terangan melarang pegawainya berpacaran, apalagi sampai menikah. Namun kebanyakan justru membiarkannya selama karyawan-karyawan itu tetap profesional menyelesaikan tugas-tugasnya.

Masalahnya, menjadi profesional dalam konteks ini sulit sekali. Anda pernah berpacaran kan? Anda pasti tahu betapa tidak logisnya Anda saat itu.

Pernah ada kasus di salah satu bank ternama dimana sang Direktris mencintai satpam di perusahaannya. Singkat cerita, sang Direktris mengundurkan diri demi si yayang. Aneh, kenapa bukan Pak Satpam yang resign? Entahlah. Mungkin karena pakem “wanita ikut pria, bukan sebaliknya“.

Apapun, yang jelas, percintaan antara atasan dan bawahan berpotensi memercikkan api masalah. Tidak hanya soal suka atau tidak, atau adanya anak emas, namun masalah dendam dan benci berpeluang timbul. Cepat atau lambat, akan berhembus anggapan bahwa si bawahan mendapatkan perlakuan istimewa.

Berpacaran dengan teman kerja yang “sederajat” pun bukan berarti aman. Bayangkan bila email mesra Anda untuk pasangan nyasar di rekan kerja lain atau terbaca oleh bagian personalia.

Tak perlu menggunakan email, SMS, BBM, social media, atau media-media yang meninggalkan jejak fisik lainnya. Secara tatapan mata, perhatian dan intonasi berbicara pun dua insan yang sedang pacaran relatif kentara. Rekan-rekan Anda barangkali cuma tertawa atau menggojlok saja, tapi efeknya bisa lebih serius dari itu.

Tidaklah nyaman melihat dua teman sekerja yang sedang bermesraan. Kita jadi sungkan sendiri untuk menyela, sekalipun untuk alasan penting. Hasil penelitian menyebutkan, para karyawan yang saling jatuh cinta biasanya mengungkapkan perasaan cinta mereka di tempat kerja. Ini membuat rekan kerja Anda serbasalah. Bahkan dalam taraf tertentu, bos Anda bisa jengkel.

Belum lagi bila terjadi pertengkaran antara Anda dan pacar Anda. Lalu, atasan Anda tetap menugaskan Anda berdua dalam satu tim. Kira-kira, optimalkah kinerja Anda di tim itu?

Tentu saja Anda bisa menyangkal semua ini dan meneruskan hubungan. Mungkin Anda berpendapat, “Semua itu bisa diatur, asal kita menguasai seninya.“

Memang, semua kembali kepada Anda sendiri. Tapi, jauh lebih nyaman mencari jodoh di luar kantor, bukan?

0 comments :

Post a Comment

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tetapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu menuliskannya secara profesional. Kami juga menyediakan jasa editing tulisan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.