Panduan Memilih Media Sosial untuk Bisnis Anda

Panduan Memilih Media Sosial untuk Bisnis Anda

Minggu lalu, kita membahas dampak negatif media sosial (medsos). Supaya adil, mari kita bahas juga potensi positif dari medsos. Terutama bagi pengembangan bisnis, atau minimal pembangunan persona kita.

Menurut data TechInAsia, pada 2017 saja, pengguna medsos di Indonesia mencapai 106 juta jiwa. Lalu sampai Januari 2019, menurut We Are Social, angkanya menggelembung menjadi 150 juta pengguna. Diperkirakan, jumlah ini terus bertambah secara signifikan setiap tahun. Maka rugi sekali kalau kita mengabaikan "penduduk" yang sebesar ini.

Bagaimana penggunaan media sosial bisa semasif ini, terutama di Indonesia?

Sederhana, karena banyak orang telah menganggap medsos sebagai teman hidup. Bangun tidur, mandi, makan, bahkan sewaktu kerja, kita sempatkan mengutak-atik medsos. Saat mau tidur, bukannya berdoa, kita malah menulis, "Selamat malam, tweeps, semoga kalian bermimpi indah…."

Indonesia memang pantas dijuluki sebagai negeri medsos. Konsumen dan calon konsumen Anda bergerombol di medsos. Mereka mengintip-intip brand Anda, bercakap bersama teman-teman mereka tentang tren tertentu, atau mengamati deretan informasi yang terpampang di beranda mereka.

Mereka sendiri punya kebutuhan yang sama, yaitu didengarkan. Maka dengarkan mereka, bercakap-cakaplah bersama mereka, raih kepercayaan mereka melalui medsos.

Masalahnya, terdapat banyak platform medsos di jagat maya ini. Ada Facebook, Twitter, LinkedIn, YouTube, Pinterest, Instagram, Quora, SoundCloud, GoodReads, dan entah apa lagi.

Seorang pendengar radio pernah bertanya, "Bingung, Pak! Apa saya harus memelihara semuanya? Ya memang, sih, hampir semuanya gratis. Tetapi, kan, melelahkan. Atau, saya harus menyeleksi beberapa saja? Kalau ya, bagaimana cara menyeleksinya?"

Simak video Panduan Memilih Media Sosial untuk Mendukung Bisnis ini...


Sebenarnya, pemilihan ini bergantung pada karakter bisnis kita. Namun, sebagai gambaran umum, berikut ini panduan dalam memilih media sosial yang pas untuk bisnis Anda.

Pilih Facebook (FB) jika…

Pilih Facebook jika...

Apapun bisnis Anda, Facebook adalah medsos yang wajib dimiliki. Pada 2016 saja, ada 1,65 milyar pengguna Facebook di seluruh dunia. Facebook adalah rajanya medsos. Hampir semua yang bisa kita lakukan di medsos lain bisa juga kita lakukan di sini.

Facebook itu seperti rumah (digital) kita. Anda punya video YouTube, mempromosikan videonya supaya ditonton teman atau kerabat di mana? Di Facebook. Anda punya Instagram, mengajak "Follow IG aku, yuk!" di mana? Di Facebook juga. Anda menjawab pertanyaan yang sulit di Quora, memamerkannya di mana? Lagi-lagi, di Facebook!

Semua ujung-ujungnya pulang ke Facebook. Maka jelaslah, Anda harus punya akun Facebook. Minimal profil. Syukur-syukur kalau juga membangun fanpage-nya dengan serius.

Pilih Twitter jika…

Pilih Twitter jika...

Bisnis Anda sering ada pembaruan informasi secara singkat dan cepat. Misalnya, Anda memiliki portal berita yang setiap sepuluh menit memberitakan sesuatu, penjual yang suka bagi-bagi kupon setiap jam, dan lain-lain.

Banyak yang mengatakan, Twitter serba terbatas, sebentar lagi pasti banyak yang meninggalkannya. Namun, nyatanya? Pengguna Twitter semakin menggila dan intens. Terutama akhir-akhir ini.

Tokoh-tokoh politik di Indonesia pun banyak memanfaatkan Twitter untuk menggalang massa. Lihat saja perang wacana antara pendukung Jokowi vs Prabowo beberapa waktu lalu. Selama masa kampanye, bahkan sebelumnya, terjadi lonjakan pengguna Twitter yang mencengangkan dari negeri +62 ini.

Bukan hanya di Indonesia, tahukah Anda, Twitter adalah medsos yang turut andil dalam suksesi kepemimpinan di berbagai negara. Media ini pernah digunakan untuk menggalang massa yang menggugat pemilu legislatif Moldova pada April 2009, melawan rezim Zine El Abidine Ben Ali di Tunisia pada 2010, menggulingkan Hosni Mubarak di Mesir pada 25 Januari 2011. Eks konsultan keamanan Amerika Serikat, Mark Pfeifle, juga pernah berkata, "Tanpa Twitter, rakyat Iran takkan merasa berdaya dan percaya diri untuk berjuang atas kebebasan serta demokrasi."

Bukan hanya di bidang politik, Twitter juga tidak kurang jasanya di bidang bisnis. Terutama bila Anda ingin memberi kemudahan pelanggan untuk mencari informasi seputar brand Anda dan berkomunikasi secara cepat. Cuitkan semuanya lewat Twitter, dijamin lebih terasa kedekatan dan kesekarangannya (real time).

Pilih Instagram (IG) jika…

Pilih Instagram jika...

Bisnis Anda membutuhkan galeri untuk memamerkan kualitas foto serta gambar. Anda berjualan jasa fotografi, seni lukis, atau komik? Jangan sampai tidak punya Instagram.

Lantaran desain platformnya yang mirip galeri atau toko daring, banyak pula yang memanfaatkan Instagram untuk berjualan barang-barang, terutama bila produknya banyak dan bervariasi. Contohnya lapak obat-obat herbal, ponsel pintar, karangan bunga, dan sebagainya. Sah-sah saja.

Namun, pastikan Anda menguasai teknik-teknik dasar fotografi dan desain visual. Sebab, Instagram adalah media visual. Kalau sampai secara visual, konten Anda kurang bagus, jangan harap bisa sukses di medsos ini.

Oh ya, Instagram juga memiliki fitur IG TV. Ambisinya, ingin menyaingi YouTube sebagai platform audiovisual nomor satu. Yang unik, layar di IG TV vertikal, disesuaikan dengan kebiasaan orang yang suka merekam dengan ponsel menggunakan sebelah tangan. Namun, entahlah, sepertinya inovasi ini kurang mendapat sambutan di kalangan pengguna Instagram.

Pilih Pinterest jika...

Pilih Pinterest jika...

Bisnis Anda ingin berpromosi produk atau mencari pengunjung situs web dengan cara visual. Anda harus tahu, Pinterest ini media yang populer di luar (Amerika dan Eropa), tetapi sedikit sekali penggunanya di Indonesia. Orang sini cenderung lebih menyukai Instagram.

Memang, karakter Pinterest mirip Instagram. Bedanya, tiap gambar/foto/video di Pinterest dapat diberi tautan aktif (hyperlink) di bagian takarir (caption). Sehingga, melalui tips-tips visual atau gambar-gambar lucu yang Anda unggah di Pinterest, pengguna bisa digiring ke tempat lain. Ini bisa Anda manfaatkan untuk mengirim trafik ke artikel blog, video YouTube, atau aset-aset digital Anda lainnya.

Selain itu, ukuran gambar atau foto di Pinterest tidak dibatasi. Jadi Anda dapat mengunggah infografis yang memanjang secara vertikal tanpa khawatir terpotong. Ini tentu berbeda dengan Instagram yang terpaku model lanskap dengan proporsi 4:3.

Daya tarik Pinterest lainnya adalah tempat untuk mencari inspirasi melalui kolom pencariannya. Kalau kita mengetikkan kata “soccer”, akan muncul rekomendasi pencarian yang lebih spesifik. Misalnya, “soccer memes”, dan seterusnya. Jadi, kita bisa mendapat ide-ide baru yang sebelumnya tidak terpikir.

Pilih Linkedin jika…

Pilih LinkedIn jika...

Konsumen Anda pegawai kantoran (karier), profesional, atau pebisnis. Anda bergelut di bidang pelatihan atau perekrutan karyawan untuk pihak ketiga? Maka LinkedIn pas buat Anda!

Di LinkedIn, orang dipandang berdasarkan posisinya dalam kantor atau sistem bisnis. Tidak ada pembicaraan lain selain tema-tema seputar itu. Jadi, barangkali ini medsos yang paling menjemukan. Namun di lain sisi, inilah medsos yang sangat kondusif untuk membangun jaringan bisnis, dan meningkatkan reputasi serta kredibilitas brand Anda.

Pilih YouTube jika…

Pilih YouTube jika...

Bisnis Anda memerlukan media untuk memamerkan video dalam promosinya. Misalnya, Anda memiliki rumah produksi atau Production House (PH), berprofesi sebagai Master of Ceremony (MC), entertainer, dan sebagainya. Anda bisa membangun reputasi melalui video log (vlog). Dan platform terbesar vlog di dunia saat ini adalah YouTube.

Semakin lama, orang semakin malas dan tidak ada waktu untuk membaca. Dulu, buku yang baik adalah yang banyak tulisannya. Lalu tren bergeser ke gambar. Lihatlah buku-buku di toko buku luar negeri, atau minimal buku-buku di pameran Big Bad Wolf. Buku-buku modern sekarang memuat porsi gambar yang lebih banyak, bahkan buku untuk orang dewasa sekalipun.

Kemudian, orang semakin malas. Sekarang, apa-apa maunya video. Ketika ponselnya bermasalah, mereka mencari solusi di Google. Tetapi yang dipilih adalah tutorial memperbaiki ponsel yang disampaikan melalui video, bukan lagi tulisan-tulisan atau gambar-gambar. Inilah potensi YouTube.

Boleh dibilang, YouTube setara dengan Facebook. Ia juga raja medsos. Namun berhubung kualitas dan kecepatan internet belum merata, juga masih mahal di Indonesia, perkembangan pengguna YouTube seperti tertahan. Maka jika Anda mau menyeriusi YouTube untuk bisnis, pastikan target pasar Anda adalah orang-orang yang sudah “tidak ada masalah dengan kuota internet”.

Pilih GoodReads jika…

Pilih GoodReads jika...

Bisnis Anda berkaitan dengan buku atau e-book. Misalnya, Anda sebagai toko buku, agen penjual buku-buku premium, persewaan buku, penerbit, peresensi buku, Event Organizer (EO) spesialis bedah buku, dan sebagainya.

Pilih Quora jika…

Pilih Quora jika...

Bisnis Anda jualan data dan fakta. Atau Anda memosisikan diri sebagai pihak yang tahu banyak hal. Misalnya, jasa Anda berupa lembaga konsultan, lembaga riset dan survei, pemandu wisata, dan sebagainya.

Pilih SoundCloud jika…

Pilih SoundCloud jika...

Produk Anda berkaitan dengan suara. Misalnya, Anda menawarkan jasa narator, pengisi suara, penyanyi, band, komposer lagu, kreator sound effects, motivator yang rutin mengeluarkan seri podcast, dan lain-lain.



Daftar medsos di atas tentu saja tidak lengkap. Namun, rasanya sudah mewakili medsos-medsos yang paling banyak penggunanya di Indonesia.

Dengan panduan memilih media sosial ini, semoga sekarang Anda tidak bingung lagi dalam menentukan medsos apa saja yang harus diaktifkan untuk membantu bisnis Anda berkembang. Pilihlah dua atau tiga medsos yang paling sesuai, lalu peliharalah dengan serius. Isilah kontennya secara rutin dan sebaik mungkin.

- Tulisan: Brahmanto Anindito

Comments